Pradebat Visi-Misi Batal, KPU Kena Kritik

Pasangan calon Presiden Joko Widodo-Maruf Amin (kanan) dan pasangan capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berdoa, di sela-sela pengambilan undian nomor urut untuk Pilpres 2019, di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
08 Januari 2019 14:00 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA – Batalnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi fasilitator sosialisasi visi misi pada pradebat sangat disayangkan. Sebagai penyelenggara pemilu,  anggota legislatif menilai seharusnya KPU bertindak seperti hakim sehingga bisa dengan tegas mengambil keputusan sendiri.

Anggota DPR Komisi III yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan dari Partai Keadilan Sejahtera Nasir Djamil mengatakan dengan bertindak sebagai hakim, KPU tidak lagi menjadi corong undang-undang.

“Mereka harus bisa menangkap substansi undang-undang. Makanya Komisioner KPU harus bisa menangkap gagasan perundang-undangan. Dia bukan terjebak pada urusan teknis,” katanya di Jakarta, Senin (7/1/2019).

Sebelumnya KPU batal menjadi fasilitator pradebat karena tidak ada kesepakatan antara dua tim sukses peserta pilpres. Tim Jokowi-Ma’ruf berkeyakinan tetap agar cukup tim sukses (timses) saja yang menyampaikan visi misi secara utuh kepada publik sementara tim Prabowo-Sandi ingin capres dan cawapres.

Karena tidak menemukan titik terang, KPU memutuskan batal mengadakan acara tersebut. Akan tetapi jika timses ingin membuat sendiri dipersilakan.

Djamil menjelaskan sebenarnya tujuan KPU bagus membuat pradebat agar publik mengetahui penjabaran visi misi kandidat. Adanya perdebatan itu seharusnya bukan malah dibatalkan kemudian menyerahkan calon untuk mengadakan acara sendiri.

Menurutnya, KPU bisa mengambil keputusan sendiri apakah pradebat ini harus menampilkan capres dan cawapres atau tidak jika ingin membangun kualitas demokrasi.

“Komisioner punya gagasan besar bagaimana menyelengggarakan pesta demokrasi agar berkualitas, berintegritas, dan kemudian bisa menangkap keinginan masyarakat,” ucapnya.