Pemerintah Yakin Rupiah Terus Menguat Hingga Rp13.000-an/USD

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi XVI di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jakarta, Jumat (16/11 - 2018). (Antara/Puspa Perwitasari)
08 Januari 2019 07:30 WIB Puput Ady Sukarno Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution meyakini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih memiliki potensi untuk terus menguat. Pasalnya, mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut menilai bahwa nilai tukar rupiah saat ini masih undervalued atau masih di bawah nilai fundamentalnya.

Pada Senin (7/1/2018) sore, rupiah ditutup menguat pada level Rp14.082/dolar AS. Kurs penutupan tersebut lebih baik dibandingkan pembukaan perdagangan pada posisi Rp14.122/dolar AS. 

"[rupiah masih undervalued?] Masih. [berarti masih bisa menguat lebih lanjut?] Ya masih, tapi kan tidak otomatis," ujar Menko Darmin di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (7/1/2019).

Darmin melihat bahwa penguatan rupiah saat ini masih dibayang-bayangi oleh berbagai kondisi global. "Dunia ini kan gonjang-ganjing juga, kadang begini kadang begitu. Tapi kan arahnya masih menguat. Jadi, masih bisa," jelas Menko Darmin.

Adapun pada kesempatan terpisah, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir juga menyatakan hal senada. Iskandar melihat nilai tukar rupiah saat ini masih bisa menguat lagi di sekitar Rp13.000-an/dolar AS.

"Masih bisa Rp13.000-an, tapi tiga belas berapa lha itu yang saya enggak bisa bilang," ujarnya.

Bahkan dirinya juga menyakini peluang penguatan nilai tukar rupiah akan semakin terlihat setelah selesainya proses Pemilu Presiden 2019. Alasannya, setelah Pilpres 2019 publik sudah bisa mengetahui calon pemimpin negara terpilih sehingga investor juga sudah memiliki kepastian soal rencana bisnisnya.

"Saya yakin nanti kalau setelah Pilpres bisa semakin kencang penguatannya, malahan [posisi rupiah] bisa ada di tiga belas [Rp13.000] bawah nanti," ujarnya.

Sumber : Bisnis/JIBI