Bukan Debat, Begini Pradebat Visi-Misi yang Diinginkan Prabowo-Sandi

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo/Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. (Bisnis/Yusran Yunus)
07 Januari 2019 23:00 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) batal memfasilitasi sosialisasi visi misi pradebat. Hal ini karena tidak ada titik terang antarkubu pasangan capres-cawapres soal boleh tidaknya peserta calon yang langsung menyampaikan.

Akhirnya Badan Pemenangan Nasional Koalisi Indonesia Adil Makmur mengakui Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ingin tampil pada acara tersebut. Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa pada pertemuan awal, tim sukses kedua pasangan calon dan KPU sepakat penyampaikan program bukan dilakukan oleh capres dan cawapres.

“Kemudian BPN itu berkomunikasi dengan Pak Prabowo dan Bang Sandi. Nah pak Prabowo dan Bang Sandi melihat ada baiknya penyampaian visi dan misi itu justru dilakukan dan disampaikan langsung oleh capres dan cawapres,” katanya di media center Prabowo-Sandi, Jakarta, Senin (7/1/2019).

Dahnil menjelaskan bahwa capres dan cawapres harus menyampaikan sendiri karena mereka yang akan menjalankan program tersebut. Tidak hanya itu, peserta nomor urut 02 ini juga bisa menjelaskan kepada masyarakat secara langsung rencana dalam lima tahun ke depan saat menjadi kepala negara.

“Nah kami melihat, Pak Prabowo dan Bang Sandi melihat ini momentum untuk melakukan in depth, pendalaman visi dan misi,” jelasnya.

Oleh karena itu, katanya, yang dibayangkan Prabowo-Sandi saat menerima hasil rapat dengan KPU tersebut adalah mereka nantinya akan menjabarkan pertanyaan para akademisi dalam forum sekaligus bisa membantah pernyataan tidak dalam waktu dua jam.

“Sehingga Pak Prabowo merasa tertantang, nah ini lebih seru, nah ini ada kesempatan publik, media itu melihat kompetensi dan harapan yang ditawarkan oleh calon ya,” ucapnya.

Meski batal, BPN menyatakan menghormati keputusan KPU dan akan melakukan penjabaran visi misi sendiri berdasarkan waktu yang masih dirapatkan.

Sumber : Bisnis/JIBI