Minta Penyampaian Visi-Misi Diutamakan, Tim Prabowo Dituding Takut Debat

Ketua KPU Arief Budiman (ketiga kanan) bersama Komisioner Evi Novida Ginting Manik (kedua kanan), Kepala Biro Teknis Nur Syarifah (kanan), Komisioner Wahyu Setiawan (ketiga kiri), Hasyim Asyari (kedua kiri) dan Anggota Bawaslu Rahmat Bagja (kiri) mengikuti pengundian dan penetapan penyiaran debat pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (26/12 - 2018). (Antara/Reno Esnir)
07 Januari 2019 22:00 WIB Aziz Rahardyan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Polemik penyampaian visi-misi dalam Debat Pilpres 2019 terus mencuat seiring Tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengkritik keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memberikan kisi-kisi materi debat. Sebaliknya, tim sukses (timses) Jokowi-Ma'ruf menilai timses Prabowo-Sandiaga takut berdebat.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, menyatakan hal tersebut di Rumah Cemara 19, Senin (7/1/2019).
 "Pihak mereka takut debat. [kubu paslon nomor] 02 itu takut debat. Tidak mau ada debat. Hanya mau penyampaian visi-misi," ungkap Arya, Senin (7/1/2019).

Sebelumnya, akibat polemik visi-misi tersebut, pasangan calon (paslon) 01 dituduh tidak berani menyampaikan visi-misi seorang diri akibat usulannya untuk diwakili timses. Padahal Arya menerangkan usulan tersebut dikemukakan agar paslon lebih fokus untuk berdebat.

Hal ini diungkapkan menjawab usulan tim BPN Prabowo-Sandiaga yang meminta agar pemaparan visi-misi lebih diutamakan ketimbang debat. "Kalau debat wajar takut karena ditanya. Yang minta tidak ada debat itu [pihak paslon] 02. Jadi tahu kan, siapa yang takut?" tambah Arya.

Karena itu, Arya mengaku pihaknya justru lebih siap berdebat. Arya pun menyindir, usulan dari pihak BPN Prabowo-Sandiaga dinilai sebagai usaha untuk menghindari perdebatan yang lebih intens dengan lebih mengutamakan penyampaian visi-misi.

"Kita kenapa takut, [Jokowi] sudah jadi presiden kok, berkali-kali debat. Sandi kan baru sekali, pak Ma'ruf kan belum, tapi pak Jokowi pengalaman [debat Pilkada] walikota dan gubernur. Kalau Pak Prabowo kan debatnya kalah melulu," sindirnya.

Sebelumnya, Dahnil Anzar Simanjuntak, Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga dalam akum Twitter resminya menyebut KPU membatalkan penyampaian visi-misi, sebab kedua kubu tidak menemukan kata sepakat terkait dua usulan tersebut.

"BPN @prabowo @sandiuno meminta penyampaian visi misi tanggal 9 Jan 2019 disampaikan langsung oleh Capres/Cawapres bukan stuntman (Timses). Namun, ternyata tdk menemukan kata sepakat. TKN 01 tetap meminta diwakili Timses. Sehingga @KPU_ID membatalkan penyampaian visi misi tersebut," tulis Dahnil, Sabtu (5/1/2019).

Menjawab hal tersebut, Arya menambahkan bahwa Dahnil telah memelintir fakta, sebab memaparkan usulan kedua pihak secara tidak utuh. "Ini dipelintir kita takut visi-misi. Visi-misi kecil bos, hanya satu arah! Kita mau perdebatan itu ada pendalaman. Ada pertanyaan dari masing-masing pihak," ungkap Arya.

Sumber : Bisnis/JIBI