Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM, Polda DIY akan Panggil Balairung

Mahasiswa menandatangani petisi penolakan terhadap kekerasan seksual dalam aksi damai UGM Darurat Kekerasan Seksual di Kampus Fisipol UGM, Sleman, Kamis (8/11 - 2018). (Antara / Andreas Fitri Atmoko)
07 Januari 2019 20:00 WIB Yogi Anugrah Nasional Share :

Solopos.com, SLEMAN -- Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus melakukan penyidikan kasus dugaan pemerkosaan terhadap mahasiswi Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM) oleh mahasiswa Fakultas Teknik UGM. Selain itu, kepolisian akan memanggil Badan Penerbitan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung UGM.

Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyidikan terkait kasus dugaan pemerkosaan oleh terduga pelaku HS saat mereka mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) di Pulau Seram, Maluku, pertengahan 2017 lalu.

"Proses penyidikan berjalan terus. Nanti hasilnya apa kami belum bisa berandai-andai," katanya pada Senin (7/1/2018) di Mapolda DIY.

Saat ini, katanya, pihaknya sudah meminta keterangan dari 25 orang yang mengetahui peristiwa ini. Terkait dengan pihak Balairung, Hadi mengatakan pihaknya akan memeriksa. Namun, pemeriksaan itu untuk memastikan ada tidaknya kemungkinan penyebaran berita bohong.

"Kami juga akan berangkat ke Maluku dalam minggu ini. Untuk melakukan olah TKP dan membuat semacam reka ulang bagaimana peristiwa tersebut," kata dia.

Sebelumnya, pada 10 Desember, Polda DIY menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan setelah Kepala Pusat Keamanan, Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan UGM Arif Nurcahyo membuat laporan polisi. Laporan polisi terkait dengan kasus ini ia buat karena dilandasi oleh latar belakang moral dan profesional.

"Moral artinya saya alumni UGM, dan juga karyawan di UGM, secara moral itu menyangkut adik-adik saya, keluarga besar saya di UGM. Secara profesional, saya seorang psikolog, ketika kasus ini belum ada kepastian hukum, maka akan memunculkan korban korban baru, baik kondisi psiko korban, keluarga terduga pelaku, maupun pihak UGM," ungkapnya.

Sumber : Harian Jogja