Timses Jokowi Sebut Kubu Prabowo yang Minta Kisi-Kisi Debat, Siapa Benar?

Sandiaga Uno, Prabowo Subianto, Joko Widodo, dan Ma'ruf Amin dalam pengambilan nomor urut capres/cawapres di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (21/9 - 2018) malam. (Reuters / Darren Whiteside)
07 Januari 2019 19:00 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan daftar pertanyaan kepada masing-masing pasangan calon presiden sebelum pelaksanaan Debat Pilpres memuculkan polemik di antara kedua kubu. Kubu Jokowi-Ma'ruf Amin mengaku kesal dan merasa tersudut padahal bukan mereka yang meminta kisi-kisi itu.

Juru Bicara TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, menegaskan pihak yang meminta kisi-kisi pertanyaan bukanlah mereka, melainkan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Arya, pihak Prabowo-Sandi yang takut dengan debat sehingga dia mengaku pihaknya kesal dengan isu yang disebarkan seakan-akan Jokowi takut menyampaikan visi misi.

"Rapat tertutup di KPU dihadiri oleh kedua tim, ternyata malah dipelintir, dibuka yang enggak-enggak, kita di posisi negatif jadinya," kata Arya, Senin (7/1/2018). Menurut Arya, dalam penyampaian visi dan misi, pihaknya meminta agar tidak dilakukan satu arah.

“Jadi penyampaian visi dan misi dilanjutkan dengan tanya jawab. Namun kubu Prabowo-Sandi meminta agar tidak ada debat dan penyampaian visi dan misi cuma satu arah,” ujarnya.

Akan tetapi, apa yang dikatakan Arya bertolak belakang dengan ucapan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dari kubu BPN Prabowo-Sandi. Dia mengklaim pihaknya merasa dirugikan dengan keputusan KPU yang memutuskan untuk membocorkan kisi kisi pertanyaan capres dan cawapres sebelum debat berlangsung.

Menurut Fadli, debat tersebut tidak akan lebih dari sekadar formalitas dengan jawaban-jawaban yang sudah disiapkan sedemikian rupa.

"Menurut saya kurang [diuntungkan] ya. Kalau misalnya cuma tema debat [yang dibocorkan] oke lah. Tetapi kemudian angle-nya seperti apa, ya jadi kurang menarik, jadi debatnya formalitas. Itu yang kita sayangkan," kata Fadli di Kompleks Parlemen.

Fadli Zon menuding debat capres-cawapres yang seharusnya memberikan informasi kepada publik malah ini sebaliknya terkesan debat kali ini seperti dibuat-buat.

Sementara itu, analis politik dari Exposit Strategic, Arif Susanto, menilai KPU terkesan tidak percaya diri. “Pertama, KPU mengonsultasikan pilihan panelis debat kepada para kandidat. Kedua, KPU membuka sebagian pertanyaan debat lebih awal kepada para kandidat sehingga seperti didikte para kandidat,” ujarnya.

"Ketidakpercayaan diri KPU tersebut memunculkan sangkaan bahwa mereka tidak profesional," kata Arif kepada wartawan.

Sebelumnya, KPU beralasan langkah membocorkan kisi kisi pertanyaan dilakukan agar setiap pasangan capres-cawapres dapat menyampaikan visi-misi secara maksimal, dan menjawab pertanyaan dengan detail.

Sumber : Bisnis/JIBI