Hotman Paris Tantang Polisi Ekspose Cukong Pelanggan Vanessa Angel dkk

Vanessa Angel (kedua kiri) seusai diperiksa terkait kasus prostitusi online di Gedung Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (6/1 - 2019). (Antara/Didik Suhartono)
07 Januari 2019 16:42 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Kasus prostitusi online yang melibatkan Vanessa Angel dan Avriellya Shaqqila masih menyisakan pertanyaan besar. Pasalnya, selama ini yang terekspose dalam berbagai pemberitaan lebih banyak terkait kedua artis yang terlibat dan praktik yang dilakukan dua muncikari berinisial ES dan TN.

Menanggapi hal itu, pengacara beken Hotman Paris Hutapea meminta aparat untuk tak hanya membeberkan para artis dan tersangka muncikari yang terlibat. Selain itu, dia juga menantang para wartawan untuk membongkar nama pengusaha yang menggunakan jasa prostitusi tersebut.

"Salam dari kolam renang Hotman Paris. Tadi di Kopi Joni banyak pertanyaan tentang kasus dugaan prostitusi online Jawa Timur yang diduga melibatkan nama seoarang artis yang berinisial F yang pernah enjadi co host di Hotman Paris Show. Pertanyaannya begini: 'Bang Hotman, konglomerat mana, atau pejabat mana yang sanggup membayar Rp80 juta hanya untuk 2-3 jam gini-gini-gini gitu," kata Hotman dalam video yang diunggah di akun Instagram @hotmanparisofficial, Minggu (6/1/2018).

Hotman Paris merupakan host program televisi Hotman Paris Show bersama Vanessa Angel. Di akun Instagramnya, Hotman Paris juga mengunggah beberapa video cuplikan penampilannya bersama Vanessa yang Sabtu (5/1/2018) lalu terciduk aparat bersama pria yang diduga pengguna jasanya.

"Ini para wartawan jangan cuma artisnya saja yang diekspose. Kalau kau bisa temukan nama oknum konglomerat atau pejabat yang terlibat, itu baru wartawan jempol," tantang Hotman.

Dalam unggahan video itu, Hotman juga menyertakan tulisan yang menyarankan agar para istri pengusaha dan pejabat untuk memeriksa pesan di ponsel suami mereka masing-masing. Dia kembali menegaskan agar pemberitaan kasus ini tidak diskriminatif, yaitu hanya mengekspose artis dan muncikari yang terlibat.

"Aparat : kalau ekspose jangan cuma germo dan artis yg di pajang? Juga cukong nya! Jangan diskriminasi! Saat ini Si cukong akan rela habis seharga lamborgini asal namanya tdk terekspose! Wao wao rezekiiiiiiiii moplok menunggu wartawan!" bunyi tulisan tersebut.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengungkapkan total ada 45 artis dan 100-an model yang terlibat prostitusi online di bawah kendali ES dan TN. Pelanggan mereka berasal dari berbagai kota, termasuk dari luar negeri.

"Bukan hanya dua, tapi ada 45 semuanya oknum artis yang terlibat langsung di bawah kendali dua mucikari ini dengan tugasnya masing-masing," kata Luki, saat menggelar konferensi pers di Mapolda Jatim, di Surabaya, Senin (7/1/2018), dilansir Antara.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, bisnis prostitusi online yang melibatkan sejumlah artis dan model ini telah berlangsung cukup lama. Praktik ini sudah dilakukan tersangka selama kurang lebih dua tahun terakhir atau sejak 2017 lalu.

"Semua kota, tergantung sesuai pemesanannya, bahkan dari luar negeri juga," ujar Luki.