Tarif Rp80 Juta, Vanessa Angel Mengaku Cuma Dapat Rp35 Juta, Sisanya?

Unggahan Vanessa Angel di Instagram Story.
07 Januari 2019 16:02 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SURABAYA -- Tarif prostitusi online yang diduga dikenakan kepada pelanggan Vanessa Angel terbilang fantastis, yakni mencapai Rp80 juta. Namun, rupanya perempuan yang menjadi aktris dan host itu mengaku hanya menerima kurang dari setengahnya, yakni Rp35 juta.

"Dari Rp80 juta tarif VA [Vanessa Angel], dia menerima Rp35 juta, sisanya untuk muncikari. Jadi kelihatannya harga di-markup sama muncikari," ungkap Kasubdit V Cyber Crime Polda Jatim, AKBP Harissandi, kepada wartawan, Senin (7/1/2019), dilansir Suara.com.

Harisandi juga mengungkap sosok pengusaha yang menyewa Vanessa Angel. Menurutnya, pengusaha itu berusia 40 tahun yang tinggal di Jakarta Utara. Menurut Harisandi, si pengusaha itu baru kali ini menikmati jasa seks dari kalangan artis. "Dia juga ngakunya enggak pernah pakai artis lainnya," jelas Harisandi.

Untuk jasa Vanessa, Harissandi menyatakan pembayaran sudah dilakukan pelanggan dengan membayar keseluruhan yakni Rp80 juta. Seperti diketahui, Polda Jatim mengungkap kasus prostitusi online setelah melakukan penggerebekan di sebuah hotel bintang lima di Surabaya, Sabtu (5/1/2018).

Selain Vanessa Angel, polisi juga menangkap Avriellya Shaqqila yang melakoni bisnis serupa. Kedua artis perempuan tersebut dibayar dengan tarif Rp80 juta dan Rp25 juta untuk sekali kencan. Vanessa Angel dan Avriellya Shaqqila telah dibebaskan. Sementara dua orang muncikari ES dan TN ditahan dalam kasus ini.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengungkapkan total ada 45 artis dan 100-an model yang terlibat prostitusi online di bawah kendali ES dan TN. Pelanggan mereka berasal dari berbagai kota, termasuk dari luar negeri.

"Bukan hanya dua, tapi ada 45 semuanya oknum artis yang terlibat langsung di bawah kendali dua mucikari ini dengan tugasnya masing-masing," kata Luki, saat menggelar konferensi pers di Mapolda Jatim, di Surabaya, Senin (7/1/2018).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, bisnis prostitusi online yang melibatkan sejumlah artis dan model ini telah berlangsung cukup lama. Praktik ini sudah dilakukan tersangka selama kurang lebih dua tahun terakhir atau sejak 2017 lalu.

Sumber : Suara.com, Antara