Jelang Pilpres, Imigrasi Surakarta Waspadai Kedatangan Orang Asing

Kepala Imigrasi Kelas I Surakarta, Said Ismail. (Solopos/Iskandar)
07 Januari 2019 00:00 WIB Iskandar Nasional Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pelaksanaan hajatan pemilihan presiden (pilpres) dan wakil presiden tak lagi segera tiba. Terkait itu Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Surakarta, mewaspadai masuknya orang asing ke Indonesia termasuk kemungkinan masuknya para tenaga kerja Indonesia (TKI) dari luar negeri.

“Jangan sembarangan terhadap orang asing karena ini terkait dengan kegiatan investasi di negara kita. Pengawasan tetap harus ada tetapi harus dilihat apa kemauan mereka. Kalau sekadar bisnis atau melihat barang, kami ada pembatasan untuk menindak karena terkait layanan investasi,” ujar Kepala Imigrasi Kelas I Surakarta, Said Ismail, saat konferensi pers di Kantor Imigrasi, Blulukan, Colomadu, Karanganyar, Senin (31/12/2018) siang.

Sementara itu Kasi Intelejen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakin) Kantor Imigrasi Surakarta, Sigit Wahjuniarto yang mendampingi Said menambahkan, pengawasan TKI menjelang pilpres tetap dilakukan seperti pengawasan rutin dengan anggaran yang ada.

Selain itu pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait yang telah dibentuk dengan nama Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) sampai di tingkat kecamatan.

Tugas mereka memantau orang-orang asing di antaranya mereka yang menyalahi kegunaan izin tinggal atau visa yang diberikan. Ini dilakukan tidak hanya menjelang pilpres tapi jauh sebelumnya sudah dilakukan.

“Untuk memantau menjelang pilpres terus terang kami lebih mengedepankan dinamika politik. Artinya, kami tidak bisa terlalu vulgar atau terlalu aktif melakukan pengawasan menjelang pilpres. Tetapi tetap ada pengawasan. Jangan sampai melakukan sweeping terhadap orang asing. Tapi kalau dapat informasi dan melakukan tindakan pengawasan dan menemukan pelanggaran tetap akan ditindak,” ungkap Sigit.

Menurut dia saat ini orang asing yang banyak di Soloraya ada di Sukoharjo dan Klaten. Tapi masing-masing daerah di Soloraya terdapat orang asing. Paling banyak warga Korea disusul warga negara China.

Deportasi

Sementara itu Kepala Lalu-lintas Keimigrasian (Lantaskim) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Winarko mengatakan tahun 2018 pihaknya telah mendeportasi delapan orang. Sedangkan untuk projustisia atau sidang ada tiga. Sedangkan tahun 2017 warga negara yang dideportasi sebayak 30 orang dan untuk sidang ada dua.

“Mereka rata-rata karena penyalahgunaan izin tinggal, ada yang over stay. Mereka bukan karena faktor kejahatan jadi semua fokus ke Undang–undang Keimigrasian,” ujar saat mendampingi Said.

Tahun 2018 warga negara yang dideportasi berasal dari Malaysia ada dua orang, Belanda satu orang, India tiga orang, Taiwan 1 orang dan Azerbaizan 1 orang. Yang projusticia atau sidang ada tiga.

Pada bagian lain Said mengatakan jumlah penerbitan paspor yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Surakarta mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2017. Tahun 2017 pihaknya menerbitkan 41.888 paspor. Sedangkan tahun 2018 pihaknya menerbitkan 57.490 paspor atau mengalami kenaikan hingga 37 persen.