Sultan Malaysia Muhammad V Mendadak Mundur

Yang Dipertuan Agung Malaysia Sultan Muhammad V. - South China Morning Post
06 Januari 2019 21:00 WIB R Bambang Aris Sasangka Internasional Share :

KUALA LUMPUR – Yang Dipertuan Agung atau Sultan Malaysia Muhammad V secara mendadak memakzulkan diri tanpa menyebut alasan khusus. Hal ini dikonfirmasikan pada Minggu (6/1/2019) melalui pernyataan resmi Kepala Rumah Tangga Kerajaan Wan Ahmad Dahlan Abdul Aziz.

“Istana dengan ini mengumumkan bahwa Seri Paduka Baginda Tuanku telah mengundurkan diri sebagai Yang Dipertuan Agong ke-15 secara efektif pada 6 Januari sesuai dengan Pasal 32(3) Konstitusi Federal,” ujarnya dalam pernyataan tertulis yang dikutip oleh malaysiakini.com.

    Pasal 32(3) menyebutkan bahwa " Yang di-Pertuan Agong harus dipilih oleh Majelis Raja-Raja untuk masa jabatan selama lima tahun, namun bisa mengundurkan diri sewaktu-waktu dengan menuliskan surat secara langsung yang ditujukan kepada Majelis Raja-Raja atau diberhentikan dari jabatannya oleh Majelis Raja-Raja, dan harus mengundurkan diri jika sudah tidak lagi menjabat sebagai penguasa.”

    Sesuai tradisi sejak Malaysia merdeka, para penguasa sembilan kerajaan secara bergantian menjabat sebagai raja Malaysia atau Yang Dipertuan Agung berdasarkan pemilihan yang dilakukan oleh para raja itu. Sultan Muhammad V sekaligus merupakan Sultan Kelantan yang memerintah sejak 13 September 2010 menggantikan ayahnya, Sultan Ismail Petra, yang dinyatakan tak mampu lagi memerintah karena sakit. Peristiwa pengunduran diri seorang Yang Dipertuan Agung selama ini belum pernah terjadi.

    Wan Ahmad menyatakan Sultan Muhammad V juga sudah menyampaikan keputusan pengunduran dirinya kepada para penguasa kerajaan lainnya. “Sepanjang masa kekuasaannya Yang Di-Pertuan Agong sudah bekerja keras memenuhi tanggung jawabnya sebagai kepala negara dan menjalankan peran sebagai tulang punggung stabilitas, sumber keadilan, dan inti persatuan dan penyatu rakyat,” sebut pernyataan Wan Ahmad. Sultan Muhammad V juga menyatakan rasa terima kasihnya karena sudah dipilih sebagai Yang Dipertuan Agung ke-15 pada 13 Desember 2016 silam. “Sultan juga menyatakan apresiasi tertingginya kepada perdana menteri dan pemerintah atas segala kerja sama dalam memimpin negeri,” sebut pernyataan itu pula.

    Wan Ahmad menyebut Sultan Muhammad V, 47, akan kembali ke Kelantan untuk kembali bersama di tengah-tengah rakyatnya.

    Sejak pekan lalu sudah mulai terbit isu bahwa Sultan Muhammad V bakal mengundurkan diri. Perdana Menteri Mahathir Mohamad Jumat lalu menyatakan dia juga mendengar isu soal itu, namun tidak menerima pemberitahuan resmi sama sekali.

    Sultan Muhammad V sejak November lalu absen secara resmi dari berbagai kegiatan kenegaraan. Di bulan yang sama muncul gambar dan kabar bahwa dia menikah dengan mantan Miss Moscow, Oksana Voevodina, di Rusia. Pihak istana sama sekali tiak berkomentar atau memberikan konfirmasi yang membenarkan atau menyangkal kabar pernikahan itu. PM Mahathir pun lagi-lagi saat itu menyatakan tidak menerima pemberitahuan resmi.

    Sumber : Reuters