10 Detik Menentukan, Kisah 2 Bocah Terhindar Longsor Sukabumi karena Pergi Mengaji

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi lokasi longsor di Kampung Cimapag, Sirnaresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Rabu (2/1 - 2019). (Antara/M Agung Rajasa)
06 Januari 2019 17:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SUKABUMI -- Bocah kakak-beradik warga Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, selamat dari terjangan material longsor. Keduanya, yakni Farel, 6, dan Hengki Kurniawan, 12, selamat dari bencana karena sedang dalam perjalananan hendak mengaji di musala.

"Saat kejadian Farel dan Hengki hendak mengaji ke mushola dan pergi jajan dahulu. Namun sekitar 10 detik kedua cucu saya beranjak dan menengok ke belakang, kampungnya sudah rata dengan timbunan tanah," kata neneknya, Suhen, di lokasi bencana di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Minggu (6/1/2018).

Dari cerita yang dikisahkan Hengki, saat kejadian dia dan adiknya sempat diantar dahulu ke musala oleh ayahnya, Ahudi. Namun tidak berselang lama kemudian, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari kampungnya yang ternyata suara longsor.

Hengki baru sadar ada longsor setelah dia dan adiknya berada di tengah sawah. Namun nahas, ayahnya yakni Ahudi, ibunya yakni Edsih, serta kakaknya menjadi korban. Ayahnya ditemukan di hari pertama pencarian dan ibunya di hari keenam pencarian.

Kisah ini bertambah sedih karena Farel hingga kini belum percaya bahwa kedua orang tuanya meninggal dunia pada bencana tersebut. Bahkan sering memanggil ibunya karena ingin dipeluk dan pulang ke rumahnya.

"Farel sering manggil ibunya karena sangat dekat dengan almarhum dan tidak percaya rumahnya sudah rata dengan tanah," tambahnya.

Kedua bocah ini pun rencananya diangkat anak oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil agar masa depan keduanya terjamin. Namun, pihak keluarga masih berembuk rencana adopsi itu.

Sementara itu, Hengki mengaku bersedia menjadi anak angkat Kang Emil. Namun dia masih tidak percaya harus menjadi yatim piatu di usianya yang masih belia.

"Saya ingin bermain dan sekolah lagi. Tadi juga dapet boneka dari Bupati Sukabumi Marwan Hamami dan sempat bermain dengan polwan," ucapnya singkatnya.

Sumber : Antara