Pemerintah Pusat Tetapkan Lokasi Tol Jogja-Solo

Ilustrasi jalan tol. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
05 Januari 2019 20:30 WIB Sunartono Nasional Share :

Solopos.com, JOGJA -- Jalan tol Solo-Jogja menurut rencana dibangun tahun ini dengan nilai investasi sekitar Rp19 triliun. Nantinya, Jogja-Solo-Semarang akan terhubung jalan tol.

Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR segera mengajukan dokumen penetapan lokasi pembangunan tol Jogja - Solo ke Gubernur DIY. Tol Jogja - Solo ini rencananya akan melengkapi jaringan segitiga antar tiga bandara yakni NYIA di Kulonprogo, Ahmad Yani Semarang dan Adi Soemarmo Solo.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna menjelaskan keberadaan tol Jogja - Solo akan melengkapi tol Jogja - Bawen yang nantinya akan menjadi koneksi cepat yang menyatukan tiga bandara di wilayah DIY dan Jawa Tengah.

Mulai dari NYIA di Kulonprogo, Ahmad Yani Semarang dan Adi Soemarmo di Solo. Ia meyakini tol Jogja - Solo dan Bawen - Jogja telah jadi maka tiga bandara akan menjadi satu kesatuan. Sehingga penumpang pesawat tujuan Jogja bisa mendarat di Solo kemudian lewat jalur darat melewati tol menuju Jogja dengan waktu cepat tiba di tempat tujuan.

"Secara jaringan kita akan punya triangle, Jogja Solo Semarang menjadi satu kesatuan. Ini [tol Jogja Solo] kan dari Solo ke Kulonprogo, nanti ada Jogja - Bawen juga yang saat ini dalam penyelesaian dokumen," terangnya kepada Harianjogja.com, Jumat (4/1/2019).

Ia mengatakan untuk tol Jogja - Solo saat ini masih menunggu usulan penetapan lokasi. Persiapan dokumen penetapan lokasi itu masih dilakukan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, sebelum nanti diajukan ke Gubernur DIY.

Pihaknya berharap usulan penetapan lokasi tol Jogja - Solo itu bisa segera turun ke Gubernur, mengingat saat ini masih berproses di Ditjen Bina Marga.

"Mudah-mudahan awal tahun ini [usulan penetapan lokasi] bisa segera terkirim [ke Gubernur]," katanya.

Herry menegaskan keputusan penetapan lokasi tol itu sepenuhnya di tangan Gubernur, hal itu sesuai dengan UU No.2/2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Terkait dengan banyak situs dan cagar budaya di wilayah DIY, pihaknya sangat menyadari. Sehingga penentuan lokasi akan menghindarkan titik yang berpotensi menyimpan situs. "Soal situs tentu kami memahami itu dan tetap harus dihindari," katanya.

Ia mengatakan pemrakarsa pembangunan tol Jogja - Solo itu adalah PT Adhi Karya bersama partnernya. Setelah penetapan lokasi sudah final kemudian akan dilelangkan. "Soal anggaran nanti sangat tergantung dengan jenis konstruksinya," kata dia.

Menanggapi rencana pembangunan tol Jogja - Solo Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan pihaknya belum mengetahui secara detail karena belum ada koordinasi dengan pusat. "Belum ketemu saya, jadi nggak tahu saya [rencana pembangunan tol Jogja-Soli]," ucap Sultan.

HB X berharap pembangunan tol Jogja-Solo tidak merusak situs di kawasan Prambanan. Ia juga mengusulkan pembangunan tol titiknya bisa mengikuti ringroad yang saat ini sudah ada.

"Kalau usulan saya lewat ringroad yang ada, kami keberatan kalau merusak situs yang ada di Prambanan. Iya mestinya [nggak lewat Prambanan] itu kan masih banyak situs," katanya.

Sumber : Harian Jogja