Disetujui Hari Ini, Surat Suara Pilpres 2019 Baru Dicetak 16 Januari

Jokowi dan Prabowo menunjukkan nomor urut dalam pengambilan nomor urut capres-cawapres di Gedung KPU, Jumat (21/9 - 2018) malam. (Reuters / Darren Whiteside)
04 Januari 2019 20:00 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan rapat validasi dan persetujuan surat suara calon presiden dan calon wakil presiden. Tahapan selanjutnya adalah proses pencetakan.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan bahwa spesimen surat suara yang akan dicetak sudah melalui proses panjang baik dari foto, nama, hingga gelar calon. “Jadi proses validasi sudah dilakukan dan hari ini adalah tanda tangan aproval sebelum nanti minggu depan setelah pemenang lelang telah ditetapkan,” katanya di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Dalam spesimen tersebut, Jokowi-Ma’ruf yang menjadi peserta Pilpres 2019 nomor urut 01 mengenakan pakaian serba putih dengan peci hitam. Di bawah foto itu tertulis nama "Calon Presiden Ir. H. Joko Widodo" dan "Calon Wakil Presiden Prof. Dr.(J.C.) KH Ma’ruf Amin". Tak lupa pula lambang partai pengusung yaitu PDIP, Golkar, PKB, Nasde, PPP, Hanura, dan PKPI.

Sementara itu pasangan nomor urut 02 adalah "Calon Presiden H. Prabowo Subianto" dan "Calon Wakil Presiden H. Sandiaga Salahuddin Uno". Keduanya mengenakan setelah jas berwarna hitam dengan dasi merah dan peci hitam. Gabungan partai pengusung mereka yakni, Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat.

Surat suara ini akan dicetak pada 16 Januari 2019 menunggu hasil pemenang tender. "Akhirnya, dia bekerja di perusahaan. Akhirnya penipuan kan itu. Ini bukan kewenangan Kemenristek Dikti. Namun, kasus ini jadi rujukan, ini urusan tenaga kerja," katanya.

Menurut dia, para mahasiswa tersebut tidak berangkat secara resmi dari kampus di Indonesia, melainkan lulusan-lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berangkat dari agensi-agensi.

"Mereka ini tidak ada yang dari kampus. Mereka lulusan sekolah, kemudian di agensi-agensi itu. Ini saya lagi lacak. Kalau ada kampus yang terjadi semacam itu," katanya.

Sumber : Bisnis/JIBI