Polisi Tangkap 2 Penyebar Rekaman Suara Hoaks 7 Kontainer Surat Suara

Ilustrasi penyebar hoaks. (Solopos/Whisnu Paksa)
04 Januari 2019 17:30 WIB Sholahuddin Al Ayyubi Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri telah menangkap dua orang yang diduga memviralkan rekaman suara mengenai hoaks 7 unit kontainer berisi surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan dua orang itu berinisial HY yang ditangkap di Bogor dan LS yang ditangkap di Balikpapan. Menurut Dedi, terhadap 2 pelaku penyebar informasi palsu itu tidak dilakukan upaya penahanan, tetapi akan dimintai keterangan untuk memburu pelaku utama yang membuat suara rekaman tersebut.

"Jadi terhadap dua orang itu, penyidik Siber Bareskrim bilang tidak dilakukan penahanan, tapi melakukan pendalaman terhadap keterangan dua orang itu yang disampaikan kepada penyidik," tuturnya, Jumat (4/1/2018).

Dedi menjelaskan kedua orang pelaku tersebut telah memviralkan suara rekaman hoaks itu ke media sosial dan sejumlah grup Whatsapp. Menurutnya, rekaman yang dibagikan kedua pelaku itu sama seperti barang bukti yang telah dilaporkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Bareskrim Polri kemarin.

"Whatsapp group ini salah satunya adalah bukti yang diserahkan oleh Ketua KPU kemarin. Kemudian dua orang ini juga orang yang ter-mapping oleh tim siber sebagai orang yang aktif," katanya.

Menurut Dedi, tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sampai kini masih melakukan identifikasi pelaku utama yang membuat rekaman suara tersebut sehingga membuat masyarakat resah.

"Penyidik juga melakukan asas kehati-hatian, yang penting targetnya harus tuntas sampai ke akarnya dan aktor intelektualnya, karena bisa mengganggu proses demokrasi di Indonesia," ujarnya.

Di media sosial, isu ini juga muncul melalui kicauan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief.  Berdasarkan pantauan Bisnis/JIBI, Andi Arief berkicau pada Rabu (2/1/2018) pukul 20.45 WIB tentang tujuh kontainer tersebut. “Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya. Karena ini kabar sudah beredar,” tulisnya.

Beberapa saat kemudian, cuitan Andi sudah dihapus. Saat dimintai konfirmasi, Andi Arief hanya mengirim tautan berita yang menulis cuitannya. Sementara itu dia tidak membalas kenapa statusnya di Twitter dihapus.

Sumber : Bisnis/JIBI