Detik-Detik Terakhir Sebelum Paman Jokowi Tutup Usia di Jeddah

Sejumlah pelayat mendatangi kediaman paman Presiden Jokowi, Mulyono Herlambang, di Darmosari RT 002/RW 007 Gayam, Sukoharjo, Kamis (3/1/2019). (Solopos - Indah Septiyaning W.)
03 Januari 2019 21:10 WIB Indah Septiyaning Wardhani Nasional Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Puluhan karangan bunga ucapan bela sungkawa memenuhi jalan masuk kediaman paman Presiden Joko Widodo (Jokowi), Mulyono Herlambang, di Darmosari RT 002/RW 007 Gayam, Sukoharjo, Kamis (3/1/2018). Karangan bunga ini ditata berjajar yang terus berdatangan dari kalangan pejabat daerah hingga pusat secara bergelombang.

Tak hanya karangan bunga, sejumlah kerabat dan tetangga juga mulai berdatangan ke rumah duka. Mereka selain mempersiapkan prosesi permakaman juga melayat untuk memberikan ucapan rasa duka cita atas meninggalnya adik kandung dari ayah Presiden Jokowi ini.

Mulyono Herlambang meninggal dunia di Jeddah seusai menjalankan ibadah umrah bersama keluarganya. Mulyono meninggal dunia lantaran mengalami sesak napas pada Selasa (1/1/2018) pukul 22.55 waktu Jeddah.

Istri Mulyono, Winnys H. Wiwiek Handayani, mencoba tegar meski beberapa kali menetaskan air mata saat berbincang dengan wartawan. Dia tak kuasa menahan air mata kala bercerita detik-detik terakhir bersama sang suami hingga pergi untuk selama-lamanya.

Menurut dia, suaminya saat berangkat umrah bersama anggota keluarga lainnya dalam kondisi kurang sehat. Namun dokter menyatakan jika Mulyono tidak masalah dan diperbolehkan untuk melaksanakan ibadah haji kecil tersebut.

“Tanggal 24 Desember kami bertujuh berangkat umrah. Ini memang agenda tiap liburan akhir tahun dan saat itu memang Bapak hanya batuk-batuk tapi dokter menyatakan Bapak siap berangkat,” katanya.

Sesampainya di sana, mereka mulai melaksanakan ibadah umrah. Seluruh ibadah umrah telah dilaksanakan dan siap untuk pulang ke Tanah Air pada Selasa lalu. Setibanya di Bandara King Abdul Azis Jeddah, kondisi fisik Mulyono sempat drop dan terpaksa menggunakan kursi roda. Dia dibawa ke layanan kesehatan di bandara untuk mendapatkan perawatan karena kondisinya mengalami sesak nafas.

“Kemudian Bapak dioksigen dirawat dengan empat dokter. Karena Bapak tidak diperkenankan untuk terbang, harus menunggu 9 jam dimonitor dulu biar kondisinya baik. Namun ternyata kondisi bapak menurun dan dinyatakan tidak boleh terbang,” katanya.

Dengan kondisi ini, dirinya sang istri merasa dilematis. Di satu sisi penerbangan ke Tanah Air telah menunggu, sementara sang suami masih terbaring sakit dan tidak diperbolehkan untuk pulang lebih dulu. Namun akhirnya keluarga memutuskan jika dirinya bersama anak dan cucu pulang lebih dulu. Sedangkan Mulyono ditemani sang menantu Muh. Haris masih berada di layanan kesehatan Bandara Jeddah.

“Kira-kira pukul 22.55 waktu Jeddah, bapak menghembuskan nafas. Alhamdulillah bapak dengan dituntun oleh Mas Haris sempat membacakan lafal Lailahaillallah muhammadarrasulullah,” katanya.

Putra sulung Mulyono, Kolonel Arm Putranto Gatot bersama keluarga memohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahan almarhum baik dengan sengaja maupun tidak. Dirinya juga memohon doa agar Almarhum diterima di sisi Tuhan dan diampuni segala dosa-dosanya. “Bapak waktu itu hanya pesan titip dan jaga anak-anak dan cucu. Dan amanah itu akan saya laksanakan,” katanya.

Lurah Gayam, Sukoharjo Havid Danang mengatakan saat ini jenazah masih dalam proses pemulangan ke Indonesia. Jenazah diterbangkan dari Jeddah pukul 20.50 waktu setempat. “Jenazah rencananya tiba di Bandara Adisumarmo pada Jumat (4/1) pukul 14.00 WIB. Selanjutnya akan dilakukan prosesi pemakaman yang dimulai pukul 16.00 atau setelah salat ashar. Dan dikebumikan pukul 17.00 WIB," katanya ketika dijumpai wartawan di rumah duka.

Jenazah Mulyono dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jogobayan RT002/RW 001 Gayam yang hanya berjarak 500 meter dari kediamannya. Jenazah tidak dimakamkan di pemakaman keluarga besar di mana satu lokasi bersama makam bapak dan kakek Jokowi di Kragan, Gondangrejo, Karanganyar. Hal ini sesuai dengan permintaan pihak keluarga.

Prosesi pemakaman saat ini terus dilakukan warga setempat sejak Rabu (2/1/2018) malam. Mereka mulai memasang tenda, kursi dan lainnya di kediaman Mulyono.

Mulyono meninggal setelah menyelesaikan rangkaian ibadah umrah bersama satu keluarganya terdiri atas istri, anak, anak mantu dan cucu. Mulyono meninggal dunia dalam usia 66 tahun dan meninggalkan seorang istri, dua anak dan empat orang cucu. Selama ini Mulyono dikenal sebagai warga yang ramah dan mudah bergaul dengan para tetangga.