Viral! Video Ma'ruf Amin Mengaku Menyesal Jadi Saksi Memberatkan Kasus Ahok

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin bersiap menyerahkan sorbannya yang terjual Rp125 juta kepada pembeli pada lelang saat acara Konser Nasyid dan Sholawat untuk Kerukunan Bangsa di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/10 - 2018). (Antara/Hafidz Mubarak A)
03 Januari 2019 17:38 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Beredar sebuah video di media sosial yang menunjukkan pernyataan KH Ma'ruf Amin mengaku menyesal pernah menjadi saksi memberatkan dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dalam video itu, Ma'ruf mengaku terpaksa melakukannya dalam kasus penistaan agama tersebut.

Potongan video tersebut viral di media sosial Twitter. Video ini diunggah di akun Twitter @mentimoen, Rabu (2/1/2018), tepat di bagian pernyataan penyesalan Ma'ruf Amin tersebut.

"Cawapres Maruf Amin menyatakan menyesal menjadi saksi sehingga memberatkan Ahok dan menyebabkan Ahok masuk penjara. Dia melakukan krn terpaksa," kicau akun tersebut menyertai unggahan potongan video tersebut.

Video itu sebenarnya berisi wawancara terhadap Ma'ruf Amin oleh komedian Kemal Pahlevi. Salah satu pertanyaan yang diajukan kepada Ma'ruf dalam wawancara itu berasal dari netizen dan menyinggung kesaksian dalam sidang kasus Ahok.

"Ngomongin soal Ahok ini, Bah. Pertanyaan dari Dian Bagus, pernah nyesel ga sih, jadi saksi memberatkan dan membuat pak Ahok masuk penjara?" kata Kemal menyampaikan pertanyaan tersebut kepada Ma'ruf.

Di situlah Ma'ruf Amin membenarkan bahwa dirinya menyesal. Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 itu mengatakan tidak ingin memenjarakan orang, namun terpaksa menjadi saksi karena proses penegakan hukum.

"Ya tentu saja, cuma karena terpaksa saja kan. Tentu saja siapa yang ingin memenjarakan orang, ya tidak ada yang mau. Tapi karena terpaksa situasi, pada waktu itu prosesnya penegakan hukum, apa boleh buat. Dengan rasa terenyuh, walaupun setelah itu ya saya mnta maaf. Karena memang tidak ingin menyusahkan orang, tidak ingin," kata Ma'ruf.

"Jadi karena terpaksa ya?" tanya Kemal menegaskan. "Iya," jawab Ma'ruf.

Kehadiran Ma'ruf Amin sebagai saksi fakta, Selasa (31/1/2017) lalu, menjadi salah satu bagian yang paling disorot publik dalam sidang kasus dugaan penistaan agama. Sidang itu diwarnai perdebatan sengit lantaran kuasa hukum Ahok Humphrey Djemat mempertanyakan hubungan Ma'ruf dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pertanyaan ini terkait isu percakapan telepon SBY kepada Ma'ruf Amin yang meminta untuk mengatur pertemuan putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono, dengan PBNU pada 7 Oktober 2016. Namun, Ma'ruf membantah isu itu dan menyatakan dirinya tak ada hubungannya dengan pencalonan siapa pun di Pilkada Jakarta 2017.