Laporkan Hoaks 7 Kontainer Surat Suara, KPU Sertakan Kicauan Andi Arief

Sandiaga Uno, Prabowo Subianto, Joko Widodo, dan Ma'ruf Amin dalam pengambilan nomor urut capres/cawapres di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (21/9 - 2018) malam. (Reuters / Darren Whiteside)
03 Januari 2019 16:34 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumpulkan semua barang bukti baik itu dari audio sampai status di media sosial terkait penyebaran kabar bohong soal tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan nomor urut 01. Berdasarkan penelusuran, isu itu dipastikan kabar bohong atau hoaks.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan bahwa bahan-bahan tersebut akan diserahkan ke kepolisian. Di antara barang bukti itu ada cuitan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief.

“Sebagai bahan informasi, kan banyak itu akunnya yang menuliskan hal itu, salah satunya saja Andi Arief,” katanya di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (3/1/2019).

Meski begitu, Arief menjelaskan bahwa tulisan Andi Arief di media sosialnya perlu dicek kepolisian apakah politikus Demokrat itu bisa dianggap turut menyebar kabar bohong atau tidak. “Saya ingin semua menyebarkan ini untuk menyebarkan faktanya. tidak usah ikut-ikutan berpolemik soal ini,” ucapnya.

Sebelumnya beredar rekaman ada tujuh kontainer surat suara telah dicoblos dengan total 70 juta lembar. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief pun turut mencuit. Berdasarkan pantauan Bisnis/JIBI, Andi menulis pada pukul 20.45 WIB.

“Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya. Karena ini kabar sudah beredar,” kicaunya saat itu.

Setelah beberapa saat, cuitan Andi sudah dihapus. Saat dimintai konfirmasi oleh Bisnis/JIBI, dia tidak membalas kenapa kicauannya di Twitter itu dihapus. KPU yang menerima kabar tersebut langsung mendatangi kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta. Hasilnya, isu tujuh kontainer surat suara itu bohong.

Sumber : Bisnis/JIBI