Gara-Gara Palestina, AS dan Israel Hengkang dari UNESCO

Kantor UNESCO di Paris, Prancis. (Reuters/Philippe Wojazer)
02 Januari 2019 16:10 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, PARIS Amerika Serikat dan Israel resmi keluar dari Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya (UNESCO), Selasa (1/1/2019). Kedua negara itu hengkang karena tidak sepakat dengan kebijakan UNESCO yang berkaitan dengan Palestina.

Mengutip Time, Rabu (2/1/2019), Israel memprotes UNESCO karena tidak mengakui Kota Hebron yang mereka duduki. UNESCO juga mengkritik pencaplokan Yerusalem Timur oleh Israel yang menimbulkan sengketa dengan Palestina.

Sementara Amerika Serikat menuding kebijakan UNESCO cenderung anti-Israel. Amerika Serikat dan Israel menolak keputusan UNESCO yang menerima Palestina sebagai anggota pada 2011. Namun, sejak saat itu Amerika Serikat berhenti memberikan sumbangan yang diikuti oleh Israel.

Padahal, Amerika Serikat merupakan salah satu negara pendiri UNESCO. Amerika Serikat juga menjadi salah satu penyumbang terbesar, yakni sekitar 22 persen dari total dana UNESCO. Tetapi, Amerika Serikat akhirnya berhenti memberikan sumbangan kepada UNESCO sejak Palestina bergabung.

Selanjutnya, Amerika Serikat dan Israel mengundurkan diri dari keanggotaan UNESCO sejak Oktober 2017. Kini, Amerika Serikat hanya ingin menjadi pemantau UNESCO. Namun, mereka tetap ingin mengawal masalah perlindungan situs warisan dunia, kebebasan pers, dan pendidikan.

Ini bukan kali pertama Amerika Serikat keluar dari UNESCO. Pada 1984 lalu di masa pemerintahan Presiden Ronald Reagan, Amerika Serikat menuding UNESCO korupsi dan mendukung Uni Soviet. Amerika Serikat baru bergabung kembali sebagai anggota UNESCO pada 2003.