Retakan Baru Anak Krakatau, BMKG Ingatkan Waspada Potensi Tsunami

Letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Banten, Senin (10/12/2018). Sejak Jumat (7/12/218) hingga Minggu (9/12 - 2018), terjadi 204 letusan awan hitam setinggi 150/300 meter dengan durasi 31/72 detik diiringi 22 kali gempa vulkanik. (Antara/Weli Ayu Rejeki)
02 Januari 2019 23:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, BANDARLAMPUNG -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dalam menghadapi potensi bencana termasuk tsunami baik di Banten maupun Lampung. Hal ini terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.

Pernyataan tersebut terkait dengan penemuan retakan baru pada Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Potensi tsunami itu terungkap dalam rilis BMKG pada Selasa (1/1/2018).

BMKG meminta masyarakat untuk waspada saat berada di zona 500 meter di sekitar pantai kawasan pesisir Selat Sunda. Lembaga itu mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dalam menghadapi potensi bencana terkait tsunami, baik di Banten dan Lampung, akibat aktivitas gempa tektonik maupun vulkanik.

BMKG menegaskan jangan sampai penurunan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan hilangnya tubuh gunung tersebut menyebabkan masyarakat menjadi lengah. Padahal, potensi bahaya tsunami tetap ada.

BMKG dapat mendeteksi kenaikan gelombang lebih awal dengan memasang Sensor Water Level di Pulau Sebesi, Selat Sunda (Lampung Selatan) dan PLTU Labuan (Banten).

Untuk itu, BMKG minta masyarakat terus memonitor perkembangan informasi terkait kewaspadaan bahaya tsunami, melalui website, aplikasi mobile dan media sosial InfoBMKG. Masyarakat juga diminta memonitor perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui aplikasi MAGMA INDONESIA Badan Geologi-ESDM, agar tidak terpancing dengan informasi/isu yang menyesatkan.

BMKG beserta Badan Geologi dengan dukungan TNI dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman masih tetap terus memantau dan menyampaikan informasi perkembangan kondisi gunung.

Sumber : Antara