Jokowi-Ma'ruf Belum Iuran, Dana Kampanye Melambung Jadi Rp55 Miliar

Joko Widodo (Jokowi) berjabat tangan dengan Ma'ruf Amin dan Erick Thohir seusai di Jakarta, Jumat (7/9 - 2018). (Antara / Akbar Nugroho Gumay)
02 Januari 2019 22:30 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Sumber dana kampanye pasangan calon Joko Widodo-Ma’ruf Amin naik lima kali lipat selama tiga bulan masa kampanye. Jumlah itu masih akan terus bertambah mengingat Jokowi dan Ma'ruf Amin belum ikut menyumbang.

Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja Jokowi-Ma’ruf Wahyu Sakti Trenggono mengatakan bahwa laporan dana awal kampanye peserta pemilihan presiden nomor urut 01 ini pada 23 September 2018 sebesar Rp11.901.000.000. Jumlah itu naik menjadi Rp55.987.176.801 per Januari 2019 atau bertambah Rp44.086.176.801.

“Dana berasal dari sumbangan pasangan calon Rp32 juta, partai politik dalam bentuk barang jasa sebesar Rp2,1 miliar, perorangan Rp121 juta, kelompok Rp37,9 miliar, dan badan usaha Rp3,9 miliar sehingga total 44,8 miliar,” katanya di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (2/1/2018).

Trenggono menjelaskan bahwa sumbangan pasangan calon (paslon) merupakan perolehan bunga di rekening khusus dana kampanye. Bunga itu dianggap sebagai milik paslon berdasarkan hasil konsultasi dari akuntan.

Jokowi-Ma’ruf belum memberikan sumbangan karena belum aktif kampanye. Setelah mulai keliling daerah, mereka baru ikut urunan.

Partai pengusung yang menyuntikkan dana baru Nasdem dan Perindo. Sedangkan dari kelompok merupakan dana dari persatuan olahraga TRG dan TBIG. Terakhir, badan usaha non pemerintah berasal dari PT Lintas Teknologi Indonesia.

Dari para pengusaha diakui Trenggono masih kosong karena belum melakukan pertemuan bersama secara langsung. TKN berencana mengumpulkan mereka pada Februari nanti di Jakarta.

Total penerimaan dana tersebut, kata Trenggono, kini telah habis karena digunakan untuk konsolidasi daerah, rapat kerja, dan pelatihan. Pos anggaran terbesar diserap untuk konsolidasi, alat peraga kampanye, dan saksi.

“Tapi Januari sudah ada yang masuk. Kami sudah sosialisasi kepada relawan dan simpatisan sampaikan cara menyumbang,” ungkap Trenggono.

Sumber : Bisnis/JIBI