Keseimbangan Primer APBN 2018 Surplus Pertama Sejak 2011, Sri Mulyani Bangga

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan keterangan kepada wartawan di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018). (Antara/ICom - AM IMF/WBG / M Agung Rajasa)
02 Januari 2019 20:00 WIB Edi Suwiknyo Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Ambisi pemerintah untuk memutus rantai defisit keseimbangan primer akhirnya terealisasi pada 2018. Dari keseimbangan primer 2018 berhasil surplus Rp4,1 triliun.

Raihan ini merupakan yang kali pertama sejak keseimbangan primer mengalami defisit pada 2011 lalu. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati cukup puas dengan capaian tersebut. Dia mengatakan bahwa kinerja tersebut merupakan sebuah prestasi yang membanggakan.

"Keseimbangan primer adalah sebesar Rp4,1 triliun, ini surplus keseimbangan primer sejak 2011. Prestasi..!!," katanya dikutip dari akun resminya, Rabu (2/1/2019).

Kinerja apik keseimbangan primer ini merupakan kombinasi dari pendapatan negara dan belanja minus pembayaran bunga utang. Seperti diketahui, pendapatan negara sampai akhir Desember telah melebihi target. Begitu pula dengan belanja yang tercatat mengalami perbaikan penyerapan.

Kendati demikian, Sri Mulyani meminta jajarannya untuk tidak lengah dan terus menjaga APBN dan keuangan negara secara profesional, hati-hati dan bertanggung jawab.

"Kita terus melakukan pembiayaan yang inovatif baik melalui kerja sama pemerintah dan Badan Usaha/ Swasta maupun dengan blended finance. Agar Partisipasi swasta dan masyarakat terus meningkat, sehingga mereka ikut memiliki proses dan proyek pembangunan," jelasnya.

Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyatakan Presiden Jokowi sejak mengawali pemerintahannya pada 2014 sudah bertekad mewujudkan kemandirian dan kedaulatan ekonomi, termasuk dengan menggenjot penerimaan negara. Legislator Partai Golkar itu menjelaskan, penerimaan negara meliputi sektor pajak, cukai, kepabeanan dan hibah.

“Jadi jika sekarang penerimaan negara melebihi 100 persen dari yang dipatok dalam APBN 2018, itu adalah buah dari upaya Pak Jokowi membangun kemandirian dan kedaulatan ekonomi. Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan di sektor penerimaan negara,” ujar Misbakhun dalam keterangan resminya, Rabu (2/1/2018).

Sumber : Bisnis/JIBI