Ini 3 Strategi Kemendikbud untuk Ramaikan Museum Tahun Ini

Suasana dalam bangunan Gusjigang X-Building di kompleks Museum Jenang Kudus, Jawa Tengah, Rabu (12/12 - 2018). (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
02 Januari 2019 19:21 WIB Ayu Prawitasari Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Ada setidaknya tiga strategi yang diambil Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk meramaikan museum pada 2019 ini.

Pertama, perbaikan manajemen pengelolaan dan kepemilikan masyarakat terhadap museum. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, dalam Taklimat Media Kilas Balik Kinerja Kemendikbud Tahun 2018 dan Program Kerja Tahun 2019 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (27/12/2018).

“Kita kekurangan sumber daya manusia di daerah untuk mengelola museum. Oleh karena itu akan banyak bimbingan teknis agar pengelola museum dapat bekerja secara profesional,” ujar Hilmar seperti dilansir laman kemdikbud.go.id, Jumat (28/12/2018).

Bimbingan teknis tersebut dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia permuseuman sehingga ke depan terwujud kualitas pelayanan dan tampilan museum yang menarik serta menggugah.

Selain itu, kepemilikan publik terhadap museum di daerah masih sangat rendah. “Banyak museum di daerah yang statusnya didiamkan, tidak begitu banyak perhatian, istilahnya dicuekin,” ujarnya lagi. Kemendikbud akan melakukan sirkulasi koleksi museum nasional yang dijodohkan dengan koleksi museum lokal. Hilmar menyebut ada 150 koleksi museum nasional yang akan disandingkan.

Ketiga, soal peran masyarakat. “Misalnya koleksi kain. Banyak warga sekitar yang mempunyai kain khas daerah. Nah kain tersebut juga akan dipamerkan di museum sehingga kepemilikan masyarakat terhadap museum akan terus meningkat,” tutur Hilmar.