Musim Hujan, Kali Item Jakarta “Bersalju”

Kali Item Jakarta dipenuhi busa yang sekilas seperti salju, Selasa (1/1 - 2019). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)
02 Januari 2019 16:40 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA – Ada fenomena menarik di Kali Item, Kemayoran, Jakarta Pusat. Fenomena Kali Item bahkan menjadi bahasan di dunia maya. Musim hujan ini, Kali Item diselimuti “salju”.

Pastilah bukan salju atau es yang dimaksud, melainkan busa atau buih berwarna putih yang jika sepintas dilihat mirip salju.

Fenomena munculnya busa di Kali Item diduga karena air yang dipompa di Danau Sunter mengandung limbah masyarakat. Biasanya fenomena busa itu terjadi saat musim kemarau, namun ini terjadi saat musim hujan.

Menurut operator Kali Sunter Selatan dari Badan Air DKI Jakarta, Tian saat musim hujan, kandungan limbah di Danau Sunter tidak sebanyak di musim kemarau. Jika air dengan kandungan limbah tinggi dipompa, maka buih busa akan dengan cepat muncul di permukaan air.

"Biasanya terjadinya di musim kemarau. Karena kebanyakan yang kita pompa air limbah. Cuman kan sekarang jatuhnya musim hujan, tapi memang hujannya agak jarang," ujar Tian saat ditemui di Danau Sunter, Rabu (2/1/2019) sebagaimana dikutip Suara.com.

Menurut dia, air di Danau Sunter dipompa sesuai SOP. Pemompaan itu untuk mengantisipasi adanya luapan air akibat hujan.

"Kalau musim hujan air sudah sampai +30 pasti dipompa. Kalau musim panas dan musim hujan SOP-nya beda. Ini kan musim hujan tapi lagi jarang hujan. Kita berlakukan SOP +30, kita pompa untuk mengantisipasi banjir. Siapa tahu malammya hujan kan kita sudah siap," ujarnya menjelaskan.

Bagi Tian, fenomena munculnya busa di Kali Item sudah menjadi hal biasa. Busa biasanya akan muncul jika mesin pompa digunakan untuk menyedot air yang ada di Sunter Selatan ke Kali Item.

Limbah

Kali Item Jakarta dipenuhi busa yang sekilas seperti salju, Selasa (1/1/2019). (Suara.com-Fakhri Hermansyah)

Foto: Kali Item Jakarta dipenuhi busa yang sekilas seperti salju, Selasa (1/1/2019). (Suara.com-Fakhri Hermansyah)

Munculnya busa itu diduga kuat karena limbah warga di Danau Sunter. Air tercampur limbah warga seperti bekas sabun hingga sampah rumah tangga lainnya.

Akibat proses penyedotan air bercampur limbah itu, buih busa pun mulai muncul. "Sebenarnya air limbah warga dari danau kan tercampur limbah sabun seperti bekas sabun cuci. Jadi dari air danau kan ada limbah warga. Kedua karena dipompa air kan kekocok, airnya jadi keluar buih busa," ujar Tian.

Nantinya, busa tersebut akan hilang dengan sendirinya. Busa akan hilang beberapa saat setelah mesin pompa dimatikan. "Yang saya tahu busa akan hilang sendiri. Mungkin karena ketiup angin. Atau mungkin dibawa ke laut karena ini (Kali Item) alirannya ke laut ya," ujarnya lagi.

Fenomena busa Kali Item memang kerap terjadi selama proses pemompaan air. Busa Kali Item diklaim tidak berbau.

Akibat kemunculan buih busa di Kali Itemsempat viral di media sosial. Kemunculan busa itu juga sempat menjadi tontotan warga yang melintas.

 

Sumber : Suara.com

Kolom 2 hours ago

Bahaya Lethong