Jokowi Sebut Ulama Pukul Orang Harus Ditindak, Sindir Siapa?

Presiden Jokowi bertemu Nyak Sandang di ruang tunggu utama Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Jumat (14/12 - 2018) sore. (Istimewa/BPMI)
20 Desember 2018 17:14 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut ada ulama yang memukul seseorang sampai berdarah. Menurut Jokowi, polisi harus bertindak terhadap kasus pemukulan seperti itu.

Hanya saja Jokowi tidak merujuk nama ulama yang diceritakan itu. Belakangan memang ada ulama yang tengah berkasus dan akhirnya ditahan Polda Jawa Barat karena kasus kekerasan pada anak. Dia adalah Bahar bin Smith. Jokowi mengatakan hal itu lantaran dia selalu dituding mengkriminalisasi ulama.

"Ini jangan sampai karena ada kasus hukum terus yang disampaikan adalah kriminalisasi ulama," ujar Jokowi di acara Deklarasi Akbar Ulama se-Madura di Gedung Rato Ebu, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (19/12/2018).

"Misalnya mohon maaf, kalau ada yang memukuli orang, urusannya dengan polisi bukan dengan saya. Ya mesti seperti itu," kata Jokowi. "Masak memukuli sampai berdarah-darah [dibiarkan]. Saya sih nggak ngerti. Mesti polisi bertindak kalau ada kasus hukum seperti itu," lanjut Jokowi.

Sebagai Kepala Negara, Jokowi minta masyarakat yang merasa dikriminalisasi kepolisian untuk melapor. Namun, Jokowi memastikan perkara yang ditangani kepolisian karena orang tersebut tersandung masalah hukum.

"Kalau nggak ada kasus lalu dibawa ke hukum, ngomong saya. Kalau ada kasus hukum, ya saya sulit," katanya.

Sebelumnya, terkait kasus Bahar bin Smith, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menganggap hal tersebut bentuk kriminalisasi pemrintah pada ulama.

"Penahanan Habib Bahar Smith ini bukti kriminalisasi ulama dan diskriminasi hukum di Indonesia," tulis Fadli melalui akun Twitternya @fadlizon, Rabu 19 Desember 2018.

"Hukum telah dijadikan alat kekuasaan, alat menakuti oposisi n suara kritis. Selain itu tentu tindakan penahanan ini ancaman thd demokrasi. Kezaliman yg sempurna. #rezimtanganbesi," lanjut Fadli Zon.

Sumber : Suara.com