Jepang akan Borong Jet Tempur Buatan AS, Buat Apa?

Pesawat tempur siluman F/35B yang rencananya akan diborong Jepang. (Reuters/Issei Kato)
19 Desember 2018 01:00 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, TOKYO — Pemerintah Jepang berupaya meningkatkan kemampuan militernya dengan berencana memborong jet tempur siluman, rudar jarak jauh, dan perlengkapan militer lain buatan Amerika Serikat (AS). Hal itu dilakukan Jepang untuk menandingi kekuatan militer China dan Rusia di masa mendatang.

Dilaporkan Reuters, Selasa (18/12/2018), rencana itu tertuang dalam dua dokumen pertahanan pemerintah Jepang. Berdasarkan dokumen tersebut, anggaran pertahanan Jepang akan ditingkatkan selama lima tahun ke depan.

Pada dokumen itu juga disebutkan peningkatan kemampuan militer Jepang betujuan untuk mendukung pasukan militer AS dalam menghadapi kehadiran militer China di wilayah Pasifik Barat. Di dokumen itu disebutkan mengenai ambisi Jepang yang ingin menjadi kekuatan terkuat untuk skala regional menandingi China dan Rusia.

"Amerika Serikat tetap menjadi negara paling kuat di dunia, namun rivalitas antarnegara bermunculan dan kami mengakui pentingnya kompetisi strategis dengan China dan Rusia karena mereka menantang ketertiban regional," demikian bunyi garis besar dokumen program pertahanan 10 tahun yang telah disetujui pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Shinzo Abe, Selasa (18/12/2018).

Disebutkan dalam dokumen itu bahwa AS, China, Korea Utara (Korut), dan Rusia menjadi negara-negara yang paling mempengaruhi militer Jepang. Menurut dokumen rencana pengadaan lima tahun yang juga disepakati pada Selasa (18/12/2018), Jepang berencana untuk membeli 45 jet tempur siluman F-35 senilai US$4 miliar atau sekitar Rp57 triliun.

Padahal sebelumnya, Jepang sudah memesan 42 jet tempur lain. Di antara 42 jet tempur yang sudah dipesan itu, ada 18 jet F-35 jenis B yang memiliki kemampuan short take off and vertical landing (STOVL) atau pendaratan dan penerbangan vertikal jarak pendek. Jet tempur jenis itu akan rencananya akan dikerahkan ke pulau-pulau Jepang yang ada di kawasan Laut China Timur.

Pulau-pulau tersebut merupakan bagian dari gugusan kepulauan yang membentang melewati Taiwan hinggs Filipina, yang menandai batas dominasi militer China di bagian timur perairan Laut China Selatan, wilayah yang menjadi sengketa hingga kini.

Selain pesawat tempur, perlengkapan militer buatan AS lain yang masuk daftar belanjaan Jepang antara lain dua radar pertahanan udara Aegis Ashore berbasis daratan yang akan digunakan untuk mempertahankan diri terhadap rudal-rudal Korut, kemudian empat pesawat pengisi bahan bakar Boeing Co KC-46 Pegasus untuk memperluas jangkauan pesawat-pesawat Jepang, dan sembilan pesawat peringatan dini Northrop Grumman E-2 Hawkeye.

Dokumen pengadaan itu menyebutkan bahwa Jepang berencana menghabiskan 25,5triliun Yen atau setara dengan Rp3.229 triliun untuk membeli perlengkapan militer selama lima tahun ke depan. Jumlah itu lebih tinggi 6,4% jika dibandingkan rencana anggaran sebelumnya.

Reuters mengungkapkan Jepang hanya menghabiskan 1 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) mereka untuk sektor pertahanan. Namun mengingat PDB Jepang yang besar, itu berarti Jepang memiliki salah satu militer terbesar di dunia dengan anggaran dana yang juga cukup besar.