Grace Natalie Bantah Kebijakan Anti-Poligami PSI Rugikan Jokowi

Grace Natalie (Instagram - Gracenat)
18 Desember 2018 05:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie yakin kebijakan internal partainya soal larangan poligami tidak akan memengaruhi elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin. Hal itu menanggapi kekhawatiran di internal kubu Jokowi-Ma'ruf.

Grace menyebut hal tersebut akan memberikan kontribusi positif bagi pasangan capres dan cawapres nomer urut 01. Grace menuturkan bahwa larangan poligami merupakan kebijakan internal partai yang diberlakukan bagi calon anggota legislatif (caleg) dan pengurus partai. Hal itu, kata Grace, sudah menjadi komitmen partai sejak awal dalam memperjuangkan keadilan bagi perempuan.

"Ini memang komitmen kami untuk memperjuangkan perempuan, sejak PSI dalam kandungan. Jadi, kami tidak akan menegosiasikan atau menukarkan perjuangan kami dengan apa pun dan kami yakin ini justru akan memberikan kontribusi yang positif, juga untuk presiden yang kami dukung yaitu Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin," kata Grace di Kantor DPP PSI, Jalan KH Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (17/12/2018), dilansir Suara.com.

Terkait anggapan dari Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy atau Rommy, bahwa kebijakan PSI soal larangan poligami merugikan Jokowi-Ma'ruf, Grace menilai itu hanya kekhawatiran belaka. Meski begitu, Grace tak menampik bila mana memang adanya pro dan kontra atas kebijakan yang diambilnya itu.

Menurut Grace, kalangan perempuan mayoritas mendukung atas kebijakan larangan poligami yang diambilnya itu. Hal itulah yang lantas dianggap Grace menjadi penguatan kepada Jokowi, juga bagi partainya untuk akhirnya mendukung kebijakan tersebut.

"Artinya ini juga jadi suatu penguatan ke Pak Jokowi juga buat kami sih. Jadi nggak masalah [kalau ada perbedaan pendapat]. Mungkin Mas Rommy punya ke khawatiran dan enggak apa-apa kita komunikasikan saja," imbuhnya.

Adapun bagi Grace, Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai pasangan capres dan cawapres yang didukung oleh berbagai partai politik sudah pasti ada perbedaan aspirasi antara satu partai dengan lain yang tidak bisa dipaksa untuk disamakan.

Menurut Grace, yang terpenting adalah setiap partai politik pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin bisa saling menghormati perjuangan masing-masing.

"Tetapi ini adalah aspirasi kami dari awal. Oleh karena itu saling menghormati saja apa yang menjadi perjuangan dari masing-masing partai," tutupnya.

Sumber : Suara.com