Perusakan Atribut Demokrat, SBY: Saya Tak Pernah Tuduh PDIP

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, menyalami simpatisan di Klaten, Sabtu (27/10 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
16 Desember 2018 17:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku percaya kepada aparat kepolisian untuk dapat mengungkap insiden perusakan atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau. SBY juga mengatakan dirinya tak pernah menuduh PDIP sebagai dalang di balik insiden itu.

"Kepolisian kita hebat. 10 tahun saya memimpin banyak sekali menyelesaikan masalah. Cepat dan tuntas," kata Presiden ke-6 RI itu di Pekanbaru, Minggu (15/12/2018).

Untuk itu, dia mengatakan sepenuhnya percaya kepada kepolisian untuk dapat mengungkap pihak di balik perusakan atribut partai yang dia pimpin dalam waktu singkat. Terlebih lagi, dia mengatakan telah memiliki bukti yang kuat untuk dapat membantu penyelidikan kepolisian.

"Kami punya evidence [bukti]. Strong evidence [bukti yang kuat] yang insya Allah membuka jalan siapa-siapa di balik aksi pengrusakan itu," lanjutnya.

Polda Riau menyatakan hingga saat ini pihaknya masih terus memeriksa HS, seorang pria yang diduga melakukan perusakan atribut Demokrat tersebut. HS sendiri kini ditangani oleh penyidik Polresta Pekanbaru. Polda Riau baru akan memberikan pernyataan pers terkait penanganan perkara perusakan atribut Partai Demokrat, Senin (17/12/2018).

Sementara itu, terkait rencana salah satu politikus PDIP, Kapitra Ampera, yang bakal melaporkan dirinya ke polisi, SBY mempersilakannya. Kapitra sebelumnya menyatakan akan melaporkan SBY karena menyebut PDIP dalang insiden perusakan itu.

"Silakan [lapor ke polisi]. Saya tadi malam juga dengar. Saya tidak pernah menuduh PDI Perjuangan di balik apa yang dilakukan kemarin," jelasnya.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu malam, Kapitra menyebut akan melaporkan SBY karena dinilai telah menyudutkan PDIP dalam insiden pengrusakan atribut Partai Demokrat di Kota Pekanbaru, Sabtu (15/12/2018).

Namun belakangan Kapitra membatalkan rencana itu. Di Gedung Ditreskrimsus Polda Riau, hari ini, Kapitra menyatakan tidak jadi melaporkan SBY karena tidak mendapat lampu hijau dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri. Selain itu, dia juga mengatakan masih menunggu sikap dan keputusan DPP PDIP yang baru akan menggelar rapat pada Selasa (18/12/2018) mendatang.

"Ketua umum saya mengatakan harus menghormati Pak SBY karena beliau mantan kepala negara. Karena perintah itu, saya tunda dulu nunggu (rapat) DPP hari Selasa," kata Kapitra.

Ribuan atribut Partai Demokrat yang terpasang di sepanjang Jl Sudirman, Pekanbaru, dirusak orang tak dikenal pada Sabtu dinihari kemarin. Keberadaan atribut-atribut itu untuk menyambut kedatangan SBY, bersamaan dengan kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Pekanbaru.

Akibat insiden tersebut, SBY langsung memerintahkan pengurus Partai Demokrat Riau dan Pekanbaru untuk mencabut semua bendera dan spanduk Partai Demokrat.

Sumber : Antara