PDIP Klarifikasi Video Pemesan Perusakan Atribut Demokrat: Belum Tentu Pengurus

Kapitra Ampera (Twitter - @kapitraampera)
16 Desember 2018 15:44 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, PEKANBARU -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengklarifikasi video perusakan atribut Partai Demokrat dan Ketua Umumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dituduh dipesan oleh partai berkuasa.

Politikus PDIP, Kapitra Ampera, di Pekanbaru, Minggu (16/12/2018), mengatakan video tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya. Apalagi menurutnya video yang direkam kemudian diviralkan merupakan suatu tindak kejahatan.

"Kita tak tahu, dia beri keterangan di mana, seseorang direkam dan diviralkan ini kejahatan tidak? Sementara dia belum tentu bersalah. Ini bukan etika politik, seharusnya diberikan dulu ke polisi," ujarnya.

Menurutnya, orang PDIP yang dituduh melakukan pesanan atas perusakan atribut Demokrat belum tentu pengurus, melainkan bisa saja simpatisan. Kapitra juga mengatakan tak pernah mendengar ada nama Budi di kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah maupun Dewan Pimpinan Pusat seperti yang dituduhkan dalam video itu.

"Jadi saya lihat ada lebay di sini supaya dibesar-besarkan. Kalau paham aturan di republik ini harusnya dikasih ke kepolisian. Ini main hukum sendiri, ini yang tidak bijak," kata Kapitra.

Meski begitu, pihaknya juga melakukan investigasi melalui tim advokatnya terhadap video tersebut. Diperkirakannya itu adalah kebetulan "orang pasar" yang fanatik pada calon presiden yang diusung partainya.

Menurutnya pelaku tersebut mereka merasa seolah-olah SBY mencari kesempatan dalam kesempitan serta berupaya menghapus jejak Presiden Jokowi di Pekanbaru. Padahal, lanjutnya kedatangan Jokowi ke Pekanbaru adalah sebagai presiden dan bukan sebagai calon presiden.

"Makanya tidak ada satupun kalimat atribut yang menyatakan dukungan untuk Jokowi menjadi presiden untuk kedua kalinya. Semua seremonial yang dilakukan sangat sakral, tidak ada berkaitan dengan politik praktis," tambahnya.

Sumber : Antara