Pasca-Teror di Nduga, TNI Ingin Ambil Alih Proyek Trans Papua

Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu (5/12 - 2018). Aparat gabungan terus berusaha mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga telah menewaskan 31 karyawan PT Istika Karya (Antara/Iwan Adisaputra)
14 Desember 2018 05:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, WAMENA -- TNI berencana mengambil alih pembangunan jalan trans-Papua serta jembatan di lokasi pembantaian pekerja PT Istaka Karya di Distrik Yal dan Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Danrem 172/PWY Jonathan B Parluhutan di Yonif 756 Wimane Sili Jayawijaya, Kamis (13/12/2018), mengatakan terkait rencana itu untuk sementara masih dalam tahap komunikasi dengan Mabes TNI.

Ia mengatakan sebelumnya ada instruksi dari pimpinan untuk melanjutkan pengerjaan jalan dan jembatan yang terhenti pascapenembakan belasan pekerja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Pembukaan akses daerah terisolir itu akan dilakukan oleh TNI dari zeni tempur.

"Mungkin satu dua pekan ke depan sudah masuk personel ke sana, dan kemungkinan minggu depan sudah mulai mendorong alat-alat ke lokasi. Paling lambat tiga minggu ke depan sudah mulai bekerja," kata Jonathan.

TNI juga membangun koordinasi dengan balai jalan agar pemenuhan infrastruktur Papua sesuai instruksi Presiden bisa terus dilakukan. "Apapun yang terjadi, kita harus tuntaskan pembangunan infrastruktur karena itu yang bisa kita lakukan untuk memajukan untuk daerah terpencil di Papua," katanya.

Danrem 172/PWY belum mengetahui pasti jumlah personel yang nantinya ditempatkan di sana. Namun dia memperkirakan jumlah personel di atas 500 orang dan ditambah pasukan pengamanan.

"Intinya TNI siap kerjakan itu karena tugas kita untuk bagaimana caranya masyarakat di Papua, sehingga wilayah terpencil bisa merasakan sentuhan pembangunan pemerintah, karena itu sudah komitmen pemerintah dan TNI/Polri siap, bila perlu korbankan jiwa dan raga kita lakukan untuk membangun Papua," katanya.

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XVIII Jayapura Osman Marbun mengatakan pengerjaan jalan tetap dilanjutkan oleh TNI. "Ke depan pengamanan harus tetap melekat di pihak yang melaksanakan, dalam hal ini penyedia jasa pengerjaan itu, dan bahkan dengan kejadian kemarin, Zipur akan turun membantu kita," katanya.

Marbun mengatakan segala sesuatu yang berkaitan dengan kelanjutan pembangunan jalan trans Papua itu masih dipersiapkan. "Misalnya dari Zipur mereka pun harus mempersiapkan dahulu pengiriman personilnya maupun mobilisasi alat dan sebagainya," katanya.

Sejauh ini pengerjaan 14 jembatan untuk empat tahun anggaran di wilayah itu sudah mencapai 72 persen. "Tahun ini saja sudah 72 persen, jadi lanjutannya lagi di 2019 akan diselesaikan dengan melibatkan TNI," katanya.

Sumber : Antara

Kolom 5 hours ago

Pesan dari Kyoto