Manuver Prabowo-Sandi di Solo, Rudy: Ingat Siapa yang Bangun Kota Ini

FX Hadi Rudyatmo (kiri). (Solopos/Nicolous Irawan)
13 Desember 2018 18:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Nasional Share :

Solopos.com, SOLO — Rencana Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto dan Sandi Sandiaga Salahudin Uno mendirikan posko di Solo ditanggapi dingin oleh DPC PDIP Solo. PDIP yakin pemilih di Solo selalu ingat siapa sosok yang membangun Kota Solo menjadi seperti sekarang.

Terlepas dari pernyataan Sandiaga Uno yang mengurungkan niat membangun posko di Solo, PDIP mengaku tak khawatir atas adanya posko tersebut. Ketua DPC PDIP Solo sekaligus Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengaku tak mempermasalahkan manuver itu. Dia yakin suara untuk petahana Joko Widodo (Jokowi)- Ma'ruf Amin tak akan berkurang.

“Hak mereka [tim Prabowo-Sandi] mendirikan posko. Lha ngapain khawatir, kita sudah sering berkompetisi kok sejak 1977," kata Rudy sapaan akrabnya ketika berbincang dengan wartawan di Balai Kota, Kamis (13/12/2018).

Rudy menilai wajar jika tim Prabowo-Sandi memusatkan kekuatannya untuk bertarung di Jawa Tengah, khususnya Solo. Meski demikian, Rudy mengingatkan agar kampanye tetap dilakukan secara santun dengan tidak saling mencaci maki serta menebar fitnah sehingga tercipta iklim kondusif di Kota Solo.

“Jadi silakan saja mereka mau bikin posko di Semarang dan Solo, karena basisnya merah. Yang penting tetap kampanye santun," pintanya.

Rudy juga tak khawatir pendirian posko tersebut bisa menggembosi suara untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Pendirian posko di Semarang dan Solo dinilai justru semakin menyolidkan arus bawah. Target kemenangan mutlak bagi pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin juga didepan mata. PDIP manargetkan 80% suara untuk pasangan petahana tersebut.

“Ciri Wong Solo iku titen, apalagi jago wong Solo sendiri. Titen siapa yang membangun Solo seperti saat ini,” katanya.

Saat ini DPC PDIP terus menyiapkan strategi guna menghadapi pemilihan presiden 2019. DPC PDIP semakin merapatkan barisan untuk memperkuat jaringan arus bawah. Dengan demikian perolehan kemenangan Pilkada Jawa Tengah di Solo bisa diraih kembali saat Pilpres 2019.

Yang terpenting, Rudy menilai budaya politik di Kota Solo semakin lebih baik. Salah satunya tidak adanya hingar bingar kader sebagai pesta kemenangan PDIP di berbagai momen politik. Meskipun ada beberapa kader yang nekat menggelar pawai, namun hal itu diserahkan langsung ke pihak berwajib.