KPK Ultimatum Kakak Ipar Bupati Cianjur Menyerah Diri

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan. (Antara/Sigid Kurniawan)
12 Desember 2018 23:30 WIB Rahmad Fauzan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi ultimatum kepada Tubagus Cepy Sethiady, kakak ipar Bupati Cianjur periode 2016—2021 Irvan Rivano Muchtar, agar menyerahkan diri. Tubagus juga jadi tersangka dalam kasus menerima atau memotong pembayaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Cianjur 2018.

Tubagus menjadi tersangka bersama Irvan Rivano Muchtar, Kepala Dinas Pendidikan Cianjur Cecep Subandi, dan Kepala bidang SMP di Dinas Pendidikan Cianjur, Rosidin.

“Sikap kooperatif dalam proses hukum akan kami hargai,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan saat mengumumkan penetapan tersangka di Gedung KPK, Rabu (12/12/2018). Dia mengimbau Tubagus Cepy Sethiady untuk datang ke KPK dan menyerahkan diri sesegera mungkin.

Dalam kasus ini, KPK menemukan setidaknya 14,5% dari total Rp46,8 miliar anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dipangkas sejak awal untuk kepentingan pihak-pihak tertentu. Padahal, dana itu seharusnya digunakan 140 SMP di Cianjur untuk membangun fasilitas sekolah, seperti ruang kelas, laboratorium atau fasilitas yang lain.

Diduga fee terhadap Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar adalah 7% dari alokasi DAK tersebut. KPK juga menemukan sandi yang digunakan, yakni "Cempaka". Sandi tersebut diduga merupakan kode yang menunjuk Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar.

Dalam OTT tersebut, KPK menyita uang Rp1,57 miliar  dalam mata uang rupiah dalam pecahan Rp100.000, Rp50.000, dan Rp20.000.

Sumber : Bisnis/JIBI