Kepala Sekolah Diduga Setor Rp1,5 Miliar ke Bupati Cianjur

Gedung KPK (Bisnis/Abdullah Azzam)
12 Desember 2018 16:20 WIB Rahmad Fauzan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim penindakan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dalam penangkapan itu, terungkap dugaan adanya setoran uang dari kepala sekolah untuk Bupati Cianjur Irvan Rivano.

Agus mengatakan penangkapan tersebut dilakukan tim KPK pada Rabu (12/12/2018) pagi setelah subuh. "Benar ada giat di Cianjur, tadi pagi bakda subuh," ujar Agus, Rabu (12/12/2018).

KPK belum memberikan informasi resmi terkait dengan giat di Cianjur tersebut. Agus Rahardjo mengatakan konferensi pers akan dilakukan malam ini di KPK untuk menjelaskan perihal giat tersebut secara lebih terperinci.

Namun, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menginformasikan terdapat unsur kepala daerah yang diamankan dari giat tersebut. "Bisa kami konfirmasi, ada kegiatan di Cianjur tadi subuh. Enam orang diamankan. Ada kepala daerah," ujarnya

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif mengatakan giat atau OTT tersebut dilakukan setelah didapatkan bukti awal dugaan telah terjadi transaksi suap terhadap penyelenggara negara.

"Sebelumnya, KPK mendapat informasi akan ada penyerahan uang terkait dengan anggaran pendidikan di Cianjur. Setelah kami lakukan pengecekan di lapangan, terdapat bukti awal adanya dugaan pemberian suap untuk kepala daerah," ujarnya.

KPK menduga uang tersebut dikumpulkan dari kepala sekolah untuk kemudian disetor ke Bupati. Sejumlah enam orang yang diamankan itu terdiri dari kepala daerah, kepala dinas dan kepala bidang, unsur Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), dan pihak lain.

Dari lokasi juga diamankan uang sekitar Rp1,5 miliar yang diduga dikumpulkan dari kepala sekolah.