Pindah Markas, Tim Prabowo-Sandi Ingin Gempur Solo, Magelang & Jatim

Prabowo Subianto berpidato dalam Silaturahmi Relawan Prabowo Sandi (PAS) dan Deklarasi Aliansi Masyarakat Madani (AMM) di Ballroom The Sunan Hotel Solo, Kamis (22/11 - 2018) malam. (Solopos / Nicolous Irawan)
11 Desember 2018 15:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mengklaim sudah menyebar kekuatan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ada 3 daerah besar yang menjadi fokus pemenangan Prabowo - Sandiaga dan Solo dijadikan salah satu markas mereka.

Ketiga daerah itu adalah Solo, Magelang, dan Jawa Timur. Nantinya, Ketua Timses Prabowo - Sandiaga, Djoko Santoso, akan bermarkas di Solo. Sementara Sandiaga di Magelang, Jawa Tengah, dan  di Jawa Timur ada Prabowo.

Hal itu dikatakan Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah Abdul Wachid, Selasa (11/12/2018). "Akan turun semua, termasuk Pak Prabowo ke Jawa Timur, Pak Djoko pindah ke Solo dan Bang Sandi akan ada di Magelang," ucap Abdul Wachid, Selasa (11/12/2012), yang dilansir Suara.com.

Aksi turun gunung para pentolan BPN Prabowo-Sandi ini diklaim untuk mendekatkan secara emosional ke masyarakat. Posko BPN di Jakarta dianggap terlalu jauh dari rakyat. "Awal tahun, tiga bulan ke depan akan konsentrasi di Jateng. Karena di Jakarta, Banten, dan Jabar suara kita sudah cukup kuat," paparnya.

Beberapa daerah yang akan menjadi konsentrasi pemenangan di Jateng di antaranya Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Kebumen, hingga Soloraya, yaitu Sukoharjo, Sragen, Wonogiri, Karanganyar, dan Boyolali.

"Daerah itu cukup besar dan padat, survei [elektabilitas Prabowo - Sandiaga] masih cukup kalah meski tipis dari survei internal kami. Masih rawan, jadi harus kita gempur dan lebih pendekatan di sana," tandasnya.

Dari survei internal, kata Abdul Wachid, elektabilitas Prabowo - Sandiaga di Jateng masih berada di angka 39-40 persen. "Tiga bulan ke depan ini kita genjot elektabilitas Prabowo - Sandiaga hingga 45 - 48 persen," ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin Hasto Kristiyanto menanggapi rencana kubu rival mereka di Jawa Tengah.  “Tetapi memindahkan dukungan itu tidak otomatis dengan memindahkan kantor,” ujarnya di Media Center Jokowi-Ma’ruf Amin, Jakarta, Senin (10/12/2018).

Lebih jauh, dia menilai rencana pemindahan kantor pemenangan ke Jawa Tengah tersebut hanya sebagai sensasi politik belaka yang diyakini tidak memberikan dampak yang besar. Keyakinan itu dia ungkapkan saat berkomunikasi dengan politikus PKB, Ida Fauziah, yang kini masuk tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Mereka melakukan pengecekan di Jawa Tengah.

“Beliau [Ida Fauziah] juga terus melakukan langkah konsolidasi sehingga dengan melakukan berbagai pengecekan-pengecekan tersebut. Kami justru melihat upaya-upaya itu justru meningkatkan soliditas dari seluruh parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin,” ungkap Hasto.

Sumber : Suara.com