Pasca-Pembantaian di Nduga Papua, 5 Karyawan PT Istaka Karya Masih Menghilang

Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu (5/12 - 2018). Aparat gabungan terus berusaha mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga telah menewaskan 31 karyawan PT Istika Karya (Antara/Iwan Adisaputra)
08 Desember 2018 17:40 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAYAPURA -- Aparat keamanan gabungan TNI/Polri saat ini masih melakukan pencarian terhadap lima karyawan PT Istaka Karya yang belum diketahui nasibnya sejak penyerangan oleh kelompok bersenjata di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (2/12/2018).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Kamal di Jayapura, Sabtu (8/12/2018), mengatakan, pencarian masih dilakukan karena hingga kini belum diketahui keberadaan kelima karyawan PT Istaka tersebut.

Kelima karyawan yang belum diketahui nasibnya yaitu M. Ali Akbar, Petrus Ramli, Hardi Ali, Simon Tandi, dan Riki Simanjuntak. "Mudah-mudahan kelima karyawan dapat ditemukan dalam keadaan selamat," kata Kamal.

Dia mengatakan, karyawan PT Istaka Karya yang berada di kamp di Distrik Yigi tercatat 28 orang. Sebanyak 16 orang di antaranya meninggal dalam insiden tersebut, termasuk satu staf BBPJN Papua.

Tujuh karyawan ditemukan selamat, tiga di antaranya masih dirawat di RS Caritas Timika. Selain tiga karyawan Istaka, tercatat satu anggota Brimob yang terluka juga dirawat di rumah sakit tersebut.

Adapun nama-nama 16 jenazah korban KKB di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, yakni Agustinus T, Jepry Simaremare, Carly Zatrino, Alpianus, M, Muh. Agus, Fais Syahputra, Yousafat, Aris Usi, Yusran, Dino Kondo, Markus Allo, Efrandy Hutagaol, Samuel Pakiding, Anugrah Tolu, Emanuel Beli Naikteas, dan Daniel Karre.

Sumber : Antara

Kolom 14 hours ago

MGMP Reborn