Sebar Hoaks Jokowi, Pemilik Akun Instagram suararakyat23 Diciduk Polri

Ilustrasi hoaks. (Solopos/Whisnu Paksa)
23 November 2018 18:08 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap pemilik akun Instagram yang diduga kerap menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan fitnah terhadap Panglima TNI. Akun tersebut kerap muncul dengan nama suararakyat23 atau sr23.

"Melalui akun media sosial Instagram, terduga pelaku mem-posting gambar dan tulisan yang ditujukan menimbulkan rasa kebencian," kata Kepala Subdirektorat 1 Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Dani Kustoni di Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Pelaku yang bernama Jundi, 27, memiliki sejumlah akun Instagram yang beberapa kali menggunggah tuduhan bahwa Presiden Jokowi adalah pengikut Partai Komunis Indonesia (PKI). Selain mengunggah tudingan dan ujaran kebencian terhadap Presiden, Jundi juga sering mengunggah konten berisi ujaran kebencian yang bersifat menyinggung suku, agama, ras, dan antaragolongan (SARA).

Selain itu, kata Dani, Jundi juga sering mengunggah konten dengan nuansa pornografi. "Kami sudah memantau aktivitas media sosial Jundi selama 1 tahun," kata Dani.

Jundi dibekuk di rumahnya, Kecamatan Lueng Bata, Aceh, pada 15 Oktober 2018. Jundi memiliki sejumlah akun media sosial Instagram, yaitu SR23, suararakyat23id, sr23official, 23_official, suararakyat23b, suararakyat23id, dan suararakyat23.ind. Akun-akun itu sudah tidak bisa ditemukan lagi.

Tujuh akun Instagram milik Jundi tersebut aktif menyebarkan berita bohong dan konten berisi ujaran kebencian sejak Juni 2016. "Dibuat secara berkala karena salah satu akunnya dibekukan Instagram karena menyalahi aturan," kata Dani.

Dani mengatakan bahwa Jundi adalah pemilik dan pengelola tunggal akun-akun tersebut. Akibat tindakannya itu, Jundi dijerat dengan Pasal 45 A Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) dan/atau Pasal 45 Ayat (1) juncto Pasal 27 Ayat (1) UU No 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 16 jo Pasal 4 Huruf b Angka 1 UU No 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 4 Ayat (1) jo. Pasal 29 UU No 44/2007 tentang Pornografi dan/atau Pasal 157 Ayat (1) KUHP. Jundi terancam pidana maksimal 6 tahun penjara dan/atau denda maksimal Rp1 miliar.

Sumber : Antara

Kolom 7 hours ago

Bahaya Lethong