Menteri Pertahanan Israel Mundur, Warga Palestina Girang

Masyarakat di Gaza merayakan mundurnya Avigdor Lieberman dari jabatannya sebagai menteri pertahanan Israel. (Reuters/Suhaib Salem)
15 November 2018 17:40 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, YERUSALEM — Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, secara resmi mengumumkan pengunduruan dirinya dari jabatan yang ia pangku, Rabu (14/11/2018) waktu setempat.

Pengunduran diri itu merupakan wujud protes Lieberman terhadap keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang sepakat untuk melakukan gencatan senjata di wilayah Gaza.

Salah seorang yang tak mau disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa Liberman mundur karena tak setuju dengan keputusan pemerintah Israel yang menghentikan serangan di Gaza. Pemerintah Israel memang telah menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan kelompok-kelompok bersenjata di Palestina.

Keputusan itu telah dipikirkan matang-matang oleh Lieberman jauh-jauh hari sebelumnya. Menurutnya, keputusan untuk menyepakati gencatan senjata itu bukan merupakan bentuk pertahanan negara yang ia inginkan.

Sementara di Palestina, mundurnya Liberman dari kursi Meneri Pertahanan Israel memicu kegirangan. Sejumlah orang di Palestina bahkan merayakan mundurnya Liberman tersebut.

Sedangkan di Gaza, kelompok Hamas merayakan gencatan senjata itu sebagai suatu kemenangan. "Gerakan perlawanan telah mencapai kemenangan dan memihak rakyat dalam melawan agresi Israel," kata pemimpin Hamas, Ismail Haniya.

Tentara Israel dan kelompok bersenjata Palestina terlibat pertempuran hebat sejak Minggu (11/11/2018). kelompok bersenjata Palestina yang menyerang Israel menggunakan roket mendapatkan balasan lewat serangan udara.