Makin Jarang Tokoh Politik Wanita, Megawati Merasa Kesepian

Mantan presiden Megawati Soekarnoputri (kanan) saat bersama Menko PMK Puan Maharani (kiri) menghadiri acara pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution, di Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11 - 2017). (Antara / R. Rekotomo)
15 November 2018 18:30 WIB Muhammad Ridwan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menceritakan kisahnya menjadi seorang wanita politisi. Dia merasa kesepian karena melihat semakin jarang tokoh politik dari kalangan perempuan.

Pada pidatonya saat pembukaan pembekalan calon anggota (caleg) legislatif tahap III di DPP PDIP, Jakarta, Megawati menceritakan bahwa dirinya merasa kesepian sebagai wanita politisi.

“Kembali saya menjadi perempuan satu-satunya. Justru kalau hari-hari ini saya justru, karena umur saya +17 [di atas 71 tahun]. Jadi semakin hari justru saya sebetulnya mulai merasa kesepian,” ujar Mega di hadapan para caleg, Kamis (15/11/2018).

Rasa kesepian itu disebabkan dirinya jarang menemukan tokoh-tokoh politik dari kalangan wanita selain dirinya dalam setiap kesempatan dalam kegiatan politik. Dia pun bertanya-tanya mengapa tidak banyak perempuan yang memilih jalan seperti dirinya.

“Jadi saya semakin hari semakin kesal pada diri saya sendiri, apa salahnya dengan saya dan perempuan Indonesia? Mengapa mereka ini tidak mau jadi tokoh politik seperti saya?” tanya Mega.

Pada kesempatan itu, putri Presiden pertama RI Soekarno ini juga menceritakan perjalanan politiknya mulai menjadi tokoh nasional, menjadi presiden, dan menjadi ketua umum partai untuk membangkitkan semangat wanita terjun berpolitik.

“Dulu waktu masa muda saya, saya sendiri tidak menyangka bahwa saya akan jadi seorang yang sekarang disebut menjadi bagian dari tokoh nasional,” ujarnya.

Sedikit berkelakar, Megawati menutup ceritanya sebagai wanita politisi. Mega mengaku ingin melepas jabatannya sebagai Ketua Umum PDIP.

“Memang saya kalau dilihat-lihat perjalanan politik saya sudah cukup lama. Saya jadi ketum partai yang paling senior. Sudah sekian lama belum diganti-ganti, padahal saya sudah sekian lama berharap diganti, karena umur saya yang sudah plus 17 [di atas 70 tahun],”ujar Mega disusul tawa kadernya.

Sumber : Bisnis/JIBI