Rudy Ungkap Syarat Agar Esemka Bisa Lawan Mobil Jepang

Mobil pikap terparkir di halaman pabrik mobil Esemka di Sambi, Boyolali, Senin (22/10 - 2018). (Antara / Aloysius Jarot Nugroho)
24 Oktober 2018 20:30 WIB Indah Septiyaning Wardhani Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Kabar dimulainya produksi mobil Esemka disambut positif Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, salah satu inisiator mobil hasil karya siswa SMK kala itu. Namun, Rudy mengingatkan beberapa syarat jika ingin Esemka sukses.

Orang nomor satu di Kota Solo ini berharap Mobil Esemka tidak sekadar menjadi mobil nasional, namun juga mobil rakyat. “Kalau bisa harganya merakyat dan terjangkau," kata Rudy sapaan akrabnya ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Rabu (24/10/2018).

Meski harga lebih murah, Rudy berharap kualitas mobil Esemka harus terjamin sehingga tidak kalah dengan mobil merek Jepang yang banyak beredar. Salah satu cara untuk membuat mobil murah adalah dengan penggunaan onderdil lokal.

“Komponennya paling tidak di atas 80 persen produk lokal,” katanya.

Esemka kali pertama muncul pada 2008 yang dirakit oleh siswa beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Solo. Nama Esemka makin melejit ketika Joko Widodo (Jokowi) yang kala itu masih menjabat sebagai Wali Kota Solo beserta Rudy sebagai Wakil Wali Kota (Wawali) menjadikan mobil Esemka sebagai kendaraan dinasnya.

Bahkan, saat ini mobil yang memiliki mesin 1.500 cc dan transmisi manual 5 percepatan itu telah menjadi monumen di SMK Warga. Menurut Rudy, mobil Esemka karya siswa SMK sudah diproduksi massal berupa Esemka Rajawali I dan Rajawali II. Beberapa di antaranya bahkan dibeli mantan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Joko Kirmanto era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Satu unit mobil Esemka Rajawali waktu itu dibanderol Rp160 juta. “Waktu itu sebenarnya banyak peminatnya. Tapi terbentur masalah dana, dan mulai 2013 mobil Esemka Rajawali berhenti diproduksi,” katanya.

Rudy pun tidak mempermasalahkan jika produsen Esemka harus menggandeng pabrikan otomotif luar negeri dalam proses produksinya. Menurutnya, kerja sama dengan pabrikan besar merupakan sebuah kebutuhan. "Yang terpenting, visi dan misi utama mobil Esemka adalah transfer teknologi dan knowledge bisa berjalan."