TPID Soloraya Bisa Tiru Kiat Pemprov DKI Jakarta Kendalikan Inflasi

Peserta studi banding pengendalian inflasi dari Soloraya melihat produk yang dijual di JakGrosir Pasar Induk Kramat Jati Jakarta, Rabu (24/10 - 2018) sore. (Solopos.com/Abdul Jalil)
24 Oktober 2018 20:05 WIB Abdul Jalil Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan DKI Jakarta, Trisno Nugroho, menyampaikan salah satu faktor yang memengaruhi inflasi di DKI Jakarta terkendali yaitu karena adanya BUMD atau Perumda yang konsen di bidang pangan.

Untuk itu, BI DKI Jakarta merekomendasikan pembuatan BUMD sektor pangan di Solo. Demikan disampaikan Trisno Nugroho kepada peserta studi banding tim pengendali inflasi daerah (TPID) se-Soloraya di BI Kantor Perwakilan DKI Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Trisno menyampaikan di DKI Jakarta ada tiga BUMD yang khusus bidang usahanya mengenai pangan.

"Komoditas pangan yang tahan lama dikelola PT Food Station Tjipinang Jaya dengan produk seperti beras, telur, dan lainnya. PD Dharma Jaya khusus untuk penjualan daging mulai sapi, ayam, kerbau, babi, dan lainnya. Yang ketiga, PD Pasar Jaya dengan komoditas pangan tidak tahan lama seperti bawang, sayur, buah, bumbu dapur, dan lainnya," terang dia.

Dia menuturkan Jakarta memiliki 153 pasar tradisional yang tersebar di lima kota dan satu kabupaten. Keberadaan tiga BUMD tersebut sangat memengaruhi stabilitas angka inflasi di wilayah DKI Jakarta.

Dia menuturkan pemerintah di wilayah Soloraya bisa meniru cara Pemprov Jakarta dengan mendirikan BUMD sektor pangan. "Kalau di Jakarta kan ada tiga BUMD, di Solo bisa satu atau dua BUMD. Ya tergantung kebutuhan. Soalnya di Jakarta kan wilayahnya luas," jelas dia.

Trisno menyampaikan selain masuk ke channel distribusi pasar dengan tiga BUMD, anggota TPID setiap pekan sekali melakukan pertemuan untuk membahas persoalan pangan di pasar.

TPID Provinsi DKI Jakarta juga memiliki aplikasi Informasi Pangan Jakarta yang memuat harga kebutuhan pokok di 44 pasar se-DKI Jakarta. Setiap hari ada 37 komoditas barang kebutuhan yang ditampilkan dalam aplikasi tersebut.

"Selain itu, PT Food Station juga telah melakukan penetrasi beberapa produk ke supermarket dan minimarket," ujar dia.

Direktur Usaha dan Pengembangan PD Pasar Jaya Jakarta, Anugrah Esa, mengatakan untuk melakukan pengendalian inflasi di Jakarta ada beberapa langkah yang dilakukan. Salah satunya yaitu membangun outlet-outlet kebutuhan pokok di Pasar Induk Kramat Jati.

Selain itu, kata dia, BUMD Pasar Jaya juga mendistribusikan barang-barang kebutuhan program pemerintah Kartu Jakarta Pintar (KJP). "Itu yang kami lakukan untuk mengendalikan inflasi di Jakarta," ujar dia.

Esa menyampaikan pihaknya juga menempatkan petugas di 44 pasar di Jakarta. Para petugas ini setiap hari melaporkan harga 37 komoditas di setiap pasar. Update harga ini setiap hari ditampilkan melalui aplikasi sehingga masyarakat mengetahui harga kebutuhan pokok.

"Itu cukup efektif untuk mengendalikan inflasi di Jakarta. Sehingga kami tahu fluktuasi harga kebutuhan pokok di Jakarta seperti apa," ujar dia. 

Kolom 2 hours ago

Bahaya Lethong