Pembakaran Bendera Tauhid di Garut Bikin Ridwan Kamil Angkat Bicara

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. (Instagram/ridwankamil)
23 Oktober 2018 12:30 WIB Ginanjar Saputra Nasional Share :

Solopos.com, SOLO — Video pembakaran bendera hitam berisi kalimat tauhid di Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), Senin (22/10/2018) pagi, menjadi viral dan disorot banyak pihak. Insiden itu pun memicu Gubernur Jabar Ridwan Kamil angkat bicara.

Melalui akun Instagramnya, @ridwankamil, Ridwan Kamil menyesalkan ada orang yang membakar bendera berisi kalimat tauhid. "Saya menyesalkan adanya pembakaran bendera yang tertera kalimat tauhid di atasnya di Kab Garut tadi pagi [Senin]," ungkapnya.

Ridwan Kamil menduga orang yang membakar bendera berisi kalimat tauhid itu bermaksud membakar simbol salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas). "Mungkin tidak dimaksudkan kepada kalimat tauhidnya tapi dimaksudkan untuk membakar simbol organisasi yang sudah dilarang pemerintah, namun tindakan tersebut sudah pasti memberikan multi tafsir," lanjut suami Atalia Praratya tersebut.

Mantan Wali Kota Bandung itu berharap agar masyarakat Jabar bisa lebih dewasa dalam menyikapi suatu hal yang tak disukai agar insiden yang berbuntut panjang seperti pembakaran bendera berisi kalimat tauhid tersebut tak lagi terjadi. Ia juga berharap bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang lebih mulia dan lebih beradab.

"Keberadaban kita dilihat dari cara kita menyampaikan pesan dan dilihat dari cara kita menyelesaikan perbedaan. Sebaiknya yang bersangkutan segera menyampaikan permohonan maaf," tandas Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil lantas menjelaskan pelaku pembakaran bendera berisi kalimat tauhid sudah diamankan aparat kepolisian. Ia menyatakan semua proses hukum diseraghkan kepada pihak berwenang.

"Kita serahkan semuanya pada proses hukum dan aturan yang berlaku. Semoga semua bisa mengambil hikmah, agar segala tindakan kita harus dibarengi iman, ilmu dan ahlak. Hatur Nuhun," pungkas sang gubernur Jabar.

Bendera hitam berisi kalimat tauhid itu memang pernah digunakan sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ormas yang dibekukan pemerintah. Namun banyak pihak menyayangkan pembakaran bendera hitam tersebut karena terdapat kalimat tauhid, bukan karena itu adalah bendera HTI.

Kolom 6 hours ago

Puser Parto