Bom Bunuh Diri Warnai Pemilu Afghanistan, 15 Orang Tewas

Ambulans yang dipakai untuk mengevakuasi korban bom bunuh diri dui Kabul, Afghanistan, Sabtu (20/10 - 2018) malam. (Reuters)
22 Oktober 2018 03:00 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, KABUL — Kisah tragis mewarnai hari pemungutan suara pada pemilihan umum (pemilu) legislatif di Afghanistan, Sabtu (21/10/2018) malam waktu setempat. Pada saat waktu pemungutan suara berakhir, serangan bom bunuh diri mendera Kota Kabul, ibu kota negara tersebut.

Dilaporkan Reuters, bom bunuh diri itu meledak di dekat tempat pemungutan suara di Kota Kabul bagian utara. Meski waktu pemungutan suara sudah berakhir, tempat pemungutan suara itu masih buka demi melayani pemilih yang belum sempat memilih pada waktu yang telah ditentukan.

Akibat serangan tersebut, 15 orang yang terdiri atas 10 warga sipil dan lima polisi meninggal dunia. Selain menewaskan 10 orang, pejabat pemerintahan setempat mengungkapkan serangan bom bunuh diri itu membuat 25 orang lainnya terluka.

Reuters menyebut belum ada pihak yang mengklaim atas serangan bom bunuh diri yang menyebabkan kisah tragis tersebut. Sedangkan kelompok Taliban menegaskan telah mengimbau kepada para anggotanya untuk tak mengusik proses pemilu legislatif yang mereka anggap adalah agenda asing tersebut.

Sebelum bom bunuh diri di Kabul, beberapa insiden telah terjadi wilayah lain di Afghanistan, juga pada hari pemungutan suara pemilu legislatif. Namun insiden-insiden di wilayah lain itu tak sampai merenggut korban jiwa seperti serangan bom bunuh diri di Kabul.