Kelompok Bersenjata Sandera 15 Orang di Nduga Papua, 1 Guru Diperkosa

Ilustrasi garis polisi. (polri.go.id)
22 Oktober 2018 15:31 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAYAPURA -- Kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya dikabarkan sempat menyandera 15 guru dan paramedis selama 14 hari di Mapenduma, Kabupaten Nduga, Papua. Bahkan, menurut informasi kepolisian, salah satu di antara para sandera diperkosa.

Korban pemerkosaan itu adalah seorang guru SD YPGRI 1 Mapenduma,Papua, berinisial MN. Ke-15 orang guru dan tenaga kesehatan yang sempat disandera itu berhasil diselamatkan dengan bantuan Kepala Puskesmas Mapenduma Naftali Wandikbo.

"Memang benar ada laporan tentang 15 orang guru dan tenaga kesehatan yang selamat setelah sempat disandera KKB dari tanggal 3 hingga 17 Oktober," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Kamal kepada Antara di Jayapura, Minggu (22/10/2018).

Ahmad Kamal mengatakan dari laporan yang dia terima, selain menyandera, kelompok bersenjata itu juga memperkosa salah seorang guru. Aksi itu dilakukan secara bergiliran. "Apa yang dilakukan KKB terhadap korban yang mengajar di SD YPGRI 1 diluar batas kemanusiaan," kata Ahmad Kamal.

Para korban sempat diamankan dan menginap di Kepala Puskesmas Mapenduman, Naftali Wandikbo. Korban pemerkosaan saat ini dirawat di RS Bhayangkara, setelah diterbangkan dari Wamena, Minggu.

Menurut Ahmad Kamal, kelompok tersebut beraksi karena mencurigai kehadiran para guru dan tenaga medis sebagai aparat keamanan yang menyamar untuk memantau kegiatan mereka.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Nduga, Fredik Samuel Bapundu, menyatakan awalnya tidak mengetahui adanya kasus ini. Begitu mendengar kabar itu, dia langsung mencari tahu kebenarannya mengingat di Distrik Mapenduma terdapat SD YPGRI 1 dan SMPN 1 serta sebuah puskesmas.

Untuk mencapai Mapenduma, dapat dilakukan dengan melalui jalan darat dari Wamena-Yal yang dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar dua jam atau terbang langsung ke Mapenduma dengan menggunakan pesawat berbadan kecil.

Para korban penyanderaan kemudian dirawat di RS Bhayangkara, Jayapura, setelah dievakuasi dari Wamena. Kepala Rumkit Bhayangkara AKBP dr. Herry secara terpisah mengatakan, kondisi MN saat ini stabil namun pihaknya masih akan melakukan konsultasi dengan dokter spesialis terkait insiden yang dialaminya.

"Secara keseluruhan kondisinya baik namun untuk memastikannya kami akan melakukan konsultasi dengan dokter spesialis," kta dr. Herry.

Sumber : Antara