Klaim Diserang Palestina, Israel Kirim 60 Tank ke Jalur Gaza

Tentara Israel bersama puluhan kendaraan perang berada di Jalur Gaza, Jumat (18/10 - 2018). (Reuters/Amir Cohen)
20 Oktober 2018 05:00 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Israel mengirimkan 60 tank dan kendaraan lapis baja ke Jalur Gaza, perbatasan antara Palestina dan Israel, Kamis (18/10/2018). Tindakan itu diambil setelah pemerintah Israel menuding Palestina telah meluncurkan roket yang menghancurkan satu rumah di Bersyeba, Israel, sehari sebelumnya.

Dilaporkan Reuters, dengan ditempatkannya puluhan kendaraan perang Israel di Jalur Gaza, para pejabat senior keamanan Mesir bertemu dengan pemimpin Hamas yang berkuasa di wilayah itu untuk mencoba meredam ketegangan. Menanggapi tudingan pemerintah Israel, Hamas membantah meluncurkan roket dan menghancurkan rumah di Israel.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memng langsung menggelar rapat dengan kabinet keamanan setelah roket menghancurkan rumah di Kota Bersyeba. Seusai rapat, Netanyahu berjanji untuk mengambil tindakan keras jika serangan Palestina berlanjut.

Para pejabat di pemerintahan Israel mengatakan mereka tidak akan menoleransi serangan roket atau apa pun yang melanggar batas negara.

Seorang fotografer Reuters menghitung ada sekitar 60 tank dan pengangkut personel lapis baja di Jalur Gaza. Fotografer Reuters itu menyebut jumlah tersebut sebagai yang terbesar sejak 2014.

Di Gaza, seorang pejabat Palestina mengatakan delegasi Mesir juga melakukan kontak dengan para pemimpin Israel untuk meredam ketegangan saat ini. "Situasinya rumit. Tidak ada yang mau perang," kata pejabat Palestina yang tak disebutkan namanya itu kepada Reuters.

Ia menjelaskan pemerintah Palestina terus mendesak Israel agar menarik pasukannya lantaran bias melumpuhkan ekonomi di Gaza. "Palestina menuntut diakhirinya blokade Israel yang mencekik kehidupan dan bisnis di Gaza," katanya.

Sebelum Israel mengirimkan puluhan kendaraan perang ke Jalur Gaza, warga Palestina memang telah melakukan demonstrasi di sepanjang perbatasan Palestina-Israel sejak 30 Maret silam 2018. Mereka menuntut diakhirinya blokade tentara Israel di Gaza dan menuntut Israel mengembalikan wilayah Gaza ke Palestina.