Jelang Pilpres 2019, Jokowi Minta Waspada Berita Bohong

Presiden Jokowi menjawab wartawan soal gempa Palu, di Solo, Jateng, Jumat (28/9 - 2018) malam. (BPMI Setpres)
20 Oktober 2018 23:15 WIB Alif Nazzala Rizqi Nasional Share :

Solopos.com, SEMARANG -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meneruskan safari pesantren ke Kota Semarang. Kali ini Pondok Pesantren Al Itqon menjadi persinggahan Jokowi untuk bersilaturahmi dengan para ulama dan santri.

Calon presiden nomor urut 1 ini berpesan kepada masyarakat agar tidak termakan berita bohong terlebih menjelang Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Pasalnya, saat ini banyak sekali konten yang mengandung unsur kebohongan.

"Masyarakat Indonesia harus waspada karena banyak sekali bermunculan konten mengenai berita bohong. Terlebih menjelang pemilu ada saja yang ingin memecah belah persatuan yang sudah terjaga dengan baik," kata Jokowi Sabtu (20/10/2018).

Presiden Jokowi mengungkapkan Indonesia dengan jumlah penduduk 263 juta jiwa di 17.000 pulau harus bersatu. Jumlah ini sangat banyak, karena itu diperlukan kerjasama dan rasa saling percaya satu dengan yang lain untuk menyatukannya.

Jokowi menuturkan dengan keberagaman suku yang ada menimbulkan banyak perbedaan. Karena itu, sebagai saudara sebangsa, masyarakat Indonesia harus saling menghargai pendapat masing-masing.

"Kita harus senantiasa menjaga ukhuwah wathoniyah, dan pondok pesantren bisa menjadi pelopor untuk menyebarkan kebaikan. Sebagai bangsa yang besar kita harus terus menjaga kerukunan antar umat beragama," katanya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi berjanji untuk memberikan perhatian kepada pondok pesantren. Dia berpesan, agar pondok pesantren bisa menghasilkan santri yang mempunyai akhlak baik dan berkompeten.

"Saya titip pesan untuk pondok pesantren semakin meningkatkan kompetensi mengajar. Ini untuk menciptakan para santri yang punya akhlak baik, berkompeten dan bisa bersaing dengan negara lain," katanya.