Jokowi Masuk 50 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh, Bersama Erdogan & Raja Salman

Presiden Joko Widodo. (Antara/Kutnadi)
19 Oktober 2018 19:44 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali masuk dalam daftar The Muslim 500 atau 500 tokoh muslim paling berpengaruh pada 2019. Nama Jokowi berada di Top 50 atau 50 besar bersama para pemimpin negara dan tokoh intelektual muslim lainnya.

Dalam daftar yang dirilis laman themuslim500.com, Jokowi berada di posisi 16. Posisi ini di atas pemimpin Qatar, Tamim bin Hamid Al Thani di urutan 19. Di daftar ini, ada dua nama tokoh lain asal Indonesia, yaitu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj dan Habib Luthfi bin Yahya.

Sementara itu di urutan pertama, ada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, di susul pemimpin Arab Saudi Raja Salman bin Abdul Aziz Assaud di urutan kedua. Berikutnya, ada Raja Abdullah dari Jordania dan pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Selain itu, ada nama Presiden Singapura Halimah Yacob di urutan 41 dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di urutan 44. Yang menarik, ada dua nama tokoh muda populer yang masuk daftar itu, yaitu striker Liverpool asal Mesir Mohamed Salah di urutan 46 dan gadis yang menjadi tokoh demonstran Palestina, Ahed Tamimi, di urutan 49.

Dalam tulisan mengenai latar belakang Jokowi di laman themuslim500.com, mantan Wali Kota Solo itu disebut sebagai pemimpin populis. Namun dia disebut tidak didukung sebagian tokoh muslim, bukan berasal dari keluarga kaya, atau berlatar belakang militer.

Di situ, Presiden Jokowi tertulis berlatar belakang keluarga Jawa yang sederhana, yaitu dari keluarga pemilik usaha mebel kecil. Beberapa catatan kepemimpinannya sebagai Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta yang dinilai berhasil dan bersih, hingga perjalannya menuju kursi RI 1.

"Dia adalah wali kota yang berhasil yang dekat dengan konstituennya. Dia fokus mempromosikan kota itu sebagai pusat budaya Jawa, tapi juga membangun sistem transportasi publik, jaminan kesehatan, dan hubungan bisnis. Dia menancapkan reputsai sebagai politikus bersih, mencegah korupsi dan nepotisme yang kerap melekat di kalangan politikus," tulis keterangan tersebut.

Gaya kepemimpinannya yang kerap blusukan juga menjadi sorotan yang menjadi ciri khasnya sejak di Solo. Dia juga dikenal sebagai penyuka musik metal dan mendapatkan dukungan dari pada musisi yang berdampak besar pada kemenangannya di Pilpres 2014.

Terakhir, situasi ekonomi-politik Indonesia di ujung periode pertama Jokowi sebagai presiden RI juga menjadi sorotan, termasuk suksesnya penyelenggaraan Asian Games 2018. Meski pertumbuhan ekonomi di bawah target, dia masih mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari investor.

"Meskipun pertumbuhan ekonomi tidak sesuai harapan, kuatnya investasi di bidang infrastruktur dan jaminan sosial membuat Jokowi masih mendapatkan dukuangan kuat dari publik. Dia juga masih dinilai sebagai pemimpin yang jujur dan sukses dalam Asian Games 2018 di Jakarta."