Pesan Whatsapp Retno Marsudi Bocor, Kemenlu Panggil Dubes Australia

Delegasi Indonesia yang dipimpin Menlu Retno Marsudi usai terpilih Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2019-2020, di New York, AS, Jumat (8/6 - 2018) malam WIB. (Istimewa)
18 Oktober 2018 21:42 WIB Newswire Internasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengakui telah memanggil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan mengenai kabar bocornya pesan via WhatsApp (WA) Menlu Retno Marsudi kepada Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne.

"Dubes Australia pada Rabu [17/10/2018] sore diminta ke Kementerian Luar Negeri terkait dengan berita yang ada di Australia. Dua kali Duta Besar Australia dipanggil ke Kementerian Luar Negeri," ujar Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir di Jakarta, Kamis (18/10/2018) seperti diberitakan Anadolu Agency.

Arrmanatha tidak menjelaskan detail mengenai pertemuan antara Kementerian Luar Negeri dengan Dubes Australia tersebut. Dia juga mengakui belum dapat mengonfirmasi kebenaran pesan teks WA tersebut. Sebab yang mengetahui pasti isi percakapan hanya kedua Menlu.

Namun demikian, Arrmanatha mengakui bahwa Menteri Retno memiliki hubungan komunikasi langsung dengan banyak menlu, termasuk dengan Menlu Australia.

“Ibu Retno memiliki kebiasaan untuk tak segan-segan berkomunikasi melalui telepon, SMS, WhatsApp, apabila ada suatu isu yang harus dibahas segera,” jelas Arrmanatha.

Arrmanatha mengatakan, komunikasi terbuka ini dimungkinkan karena adanya saling percaya antara kedua menlu. “Ini prinsip yang selalu dipegang teguh Indonesia dan Menlu dalam menjalankan komunikasi dan hubungan bilateral," ujar Arrmanatha.

Sebelumnya, pembicaraan WhatsApp antara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menlu Australia Marise Payne mengenai Palestina bocor ke publik. Dalam pesan kepada Payne, Retno menyampaikan protes terkait rencana Australia untuk memindahkan kedutaannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sumber : Suara.com