Soal Yerusalem, Pesan Whatsapp Retno Marsudi & Menlu Australia Bocor

Delegasi Indonesia yang dipimpin Menlu Retno Marsudi usai terpilih Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2019-2020, di New York, AS, Jumat (8/6 - 2018) malam WIB. (Istimewa)
18 Oktober 2018 20:27 WIB Adib Muttaqin Asfar Internasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Dampak pengakuan Australia atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel terhadap hubungan Indonesia-Australia menjadi polemik. Publik negara itu geger karena kabar yang menyebutkan Menteri Luar Negeri Marise Payne mendapatkan pesan dari Menlu Indonesia, Retno Marsudi, yang mempertanyakan sikap tersebut.

Sydney Morning Herald (SMH) melaporkan bahwa inti pesan itu adalah bahwa pernyataan Australia tentang Yerusalem akan menjadi masalah besar bagi hubungan kedua negara. Perdana Menteri Australia Scott Morrison menampik dampak keputusannya terhadap hubungan dengan Indonesia yang mayoritas muslim. Berita itu menyebut Retno mengatakan kepada Payne bahwa manuver itu "menampar wajah Indonesia dalam isu Palestina".

Retno Marsudi, sebut SMH, kecewa dengan sikap Australia. Apalagi keputusan itu diumumkan bertepatan dengan kunjungan Menlu Palestina Riyad al-Maliki ke Jakarta pada Selasa (16/10/2018). "Apakah ini perlu dilakukan pada Selasa ini?" bunyi pesan tersebut seperti dilansir SMH dari Seven News.

Pihak Marise Payne tidak membantah isi pesan WhatsApp yang beredar itu. Dalam sebuah pernyataan resmi, juru bicara Payne mengaku telah mendiskusikan keputusan tersebut dan Australia menyadari sudut pandang Indonesia dalam konflik Arab-Israel.

"Menteri Payne menekankan bahwa tidak akan ada perubahan komitmen Australia terhadap proses perdamaian Timur tengah dan menjaga solusi jangka panjang yang memungkinkan Israel dan Palestina berdampingan, dengan batas yang diakui internasional," kata jubir itu.

Keputusan Australia mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina mengikuti langkah Donald Trump menjadi manuver paling besar dalam politik luar negeri negara itu. Australia akan memindahkan kantor kedutaan ke Yerusalem.

Sebagian besar negara enggan memindahkan kantor kedubes mereka ke Yerusalem karena status kota itu yang masih dalam sengketa Israel dan Palestina. Keputusan Australia hanya berselang empat hari sebelum pemilihan di Wentworth, New South Wales, di mana partai pendukung pemerintah berkepentingan untuk mengamankan kursi di sana. Sydney, ibu kota New South Wales, memiliki populasi Yahudi yang cukup besar dan Morrison memiliki hubungan dengan Dave Sharma, kandidat dari Partai Liberal yang merupakan mantan Dubes Australia untuk Israel.