Viral: SBY Walk Out, #CurangSejakAwal Ramai di Twitter

Sejumlah orang membawa atribut kampanye di sekitar lokasi deklarasi kampanye damai di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Minggu (23/9 - 2018). (Twitter/@MbahUyok)
23 September 2018 14:45 WIB Ginanjar Saputra Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTADeklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Minggu (23/9/2018), diwarnai dengan aksi kelompok yang membawa atribut kampanye atau atribut partai. Hal itu membuat warganet geram lantaran menganggap KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tak tegas dalam menerapkan peraturan.

Sejumlah warganet pun menuding KPU dan Bawaslu telah curang karena telah membiarkan kelompok yang membawa atribut kampanye itu beraksi di sekitar lokasi deklarasi kampanye damai. Mereka menganggap hal itu telah melanggar peraturan acara deklarasi kampanye damai yang digelar KPU.

Di media sosial Twitter, sindiran kepada KPU dan Bawaslu bahkan sempat menjadi trending topic. Mereka mencerca KPU dan Bawaslu dengan hashtag atau tanda pagar (tagar) #CurangSejakAwal.

Berbagai macam cercaan terhadap KPU dan Bawaslu pun tak segan dilontarkan warganet. "Padahal belum mulai, tapi sudah curang, wasitnya pun diam aja, enggak usah pakai pemilu sekalian, langsung saja lanjut 2 periode. #CurangSejakAwal," kicau pengguna akun Twitter @@sifanara.

"Aturan deklarasi damai telah disepakati tidak boleh membawa atribut partai/atribut relawan. Hanya boleh pakai pakaian adat. Kenapa mereka selalu melanggar aturan ya. #CurangSejakAwal," tulis pengguna akun Twitter @BangPino_.

Sebelumnya, Ketum Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninggalkan acara deklarasi kampanye damai tersebut karena merasa tergangu lantaran simpatisan Capres Jokowi Widodo (Jokowi) membawa alat peraga kampanye.

Menanggapi adanya para pendukung yang membawa atribut kampanye, KPU berdalih hal itu terjadi di luar lokasi deklarasi kampanye damai, meski lokasinya sangat dekat. Ketua KPU Arief Budiman mengatakan pihaknya memang tak bisa mengatur orang-orang yang berada di luar lokasi deklarasi kampanye damai.

"Jadi begini sebetulnya yang sudah kita atur itu semua delegasi yang ada di dalam jalur karnaval. Memang yang di luar itu kita enggak bisa atur misalnya tiba-tiba banyak orang berdiri di pinggir jalan," ungkap Arief seperti dikutip pada laman Okezone.

Oleh karena itu, Arief menilai kejadian yang dialami SBY tidak terjadi di dalam kawasan acara deklarasi kampanye damai yang berada di lingkaran Monas. Ia pun menilai agar acara deklarasi kampanye damai dapat berjalan dengan lancar dibutuhkan tanggung jawab semua pihak dan bukan hanya kepada KPU. "Ya kalau ngomong tanggung jawab, tanggung jawab kita bersama yang penting masing-masing pihak bisa memahami itu," jelasnya.