Dapat Nomor 1, Jokowi Ingin Adu Rekam Jejak di Pilpres 2019

Joko Widodo (Jokowi) berjabat tangan dengan Ma'ruf Amin dan Erick Thohir seusai di Jakarta, Jumat (7/9 - 2018). (Antara / Akbar Nugroho Gumay)
21 September 2018 21:37 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Calon presiden (capres) petahana, Joko Widodo (Jokowi), mendapatkan kesempatan berpidato lebih dulu setelah prosesi pengambilan nomor urut di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Jumat (21/9/2018) malam. Dalam pidatonya, Jokowi meminta agar Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 menjadi kontestasi program dan rekam jejak.

Di awal pidatonya, Jokowi berupaya mencairkan suasana di Gedung KPU dengan menyebut pasangan rivalnya, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Jokowi bahkan menyebut keduanya sebagai sahabat yang sudah lama dia kenal. "Yang saya hormati yang saya cintai Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Uno, bapak ibu sekalian hadirin yang berbahagia," kata Jokowi dalam pembukaan pidatonya.

Yang kedua, Jokowi menyinggung soal nomor urut 1 yang dia dapatkan bersama Ma'ruf Amin. Dia memiliki pemaknaan sendiri terhadap nomor urut yang berbeda dari nomor yang dia dapatkan saat Pilpres 2014.

"Alhamdulllah, kita semua patut bersyukur pada Allah SWT karena malam hari ini pengambilan nomor berjalan lancar dan kami Joko Widodo dan Prof KH Ma'ruf Amin mendapatkan nomor urut 1," katanya. "Nomor 1 memang yang diperebutkan, memang yang diperebutkan adalah RI 1," sambungnya yang disambut riuh pendukungnya.

Berikutnya, Jokowi mengajak semua pihak agar menjadikan Pilpres 2019 menjadi pesta demokrasi yang mendewasakan rakyat. Karena itu, dia meminta peserta Pilpres untuk mengedepankan adu gagasan, adu ide, adu prestasi, dan adu rekam jejak.

"Pada kesempatan baik ini kami mengajak kita semua untuk dalam rangka pilpres. Pilpres adalah pesta demokrasi, oleh sebab itu pada malam ini saya mengajak agar pilpres ini kita isi sebagai pendidikan demokrasi yang meningkatkan kedewasaan rakyat dalam demokrasi. Karena itu mari dalam kontestasi politik ini kita adu program, kontestasi adu gagasan, kontestasi adu ide, kontestasi adu rekam jejak, kontestasi adu prestasi," kata Jokowi.

Karena itu, kata Jokowi, Pilpres 2019 harus dijauhkan dari aksi saling fitnah, saling hina, dan saling mencemooh karena bertentangan dengan etika kebangsaan. "Jangan sampai karena plpres silaturahmi kita jadi tidak baik,. meskipun kita berkontestasi saya masih bertelpon dengan Pak Prabowo, dan Pak Sandi, karena mereka adalah sahabat saya sejak lama."

Pernyataan adu gagasan, rekam jejak, dan prestasi menjadi senjata bagi Jokowi terkait statusnya sebagai calon petahana. Layaknya umumnya calon petahana, Jokowi yang telah menjadi presiden sejak 2014 memiliki modal untuk menunjukkan pencapaiannya dalam empat tahun terakhir.

Kolom 3 hours ago

Spekulasi