Bantuan Rp50 Juta untuk Korban Gempa Lombok Belum Cair, Ini Jawaban Jokowi

Tenda pengungsian pascagempa di Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, Senin (20/8 - 2018). (Antara / Ahmad Subaidi)
19 September 2018 15:01 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Bantuan dana dari pemerintah untuk warga terdampak gempa Lombok hingga kini belum dapat dicairkan. Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan bantuan dana senilai maksimal Rp50 juta untuk setiap rumah yang mengalami kerusakan berat.

Pemerintah sendiri sudah menganggarkan bantuan dana senilai Rp264 miliar untuk memperbaiki 5.293 rumah warga korban gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu. Menanggapi hal tersebut, Presiden Jokowi mengatakan ada tahapan yang harus dilalui sebelum pemerintah memberikan bantuan dana.

"Ini kan step-nya satu per satu. Kalau sudah ada yang siap sudah diverifikasi, tentu saja akan segera diberikan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/9/2018), dilansir Suara.com.

"Kalau belum, kan proses lapangan ada verifikasi, nanti diberikan lagi. Ada proses, masak langsung [dibagikan] ni, ni, ni. Kan ndak seperti itu, ada prosedurnya," Jokowi menambahkan.

Jokowi mengaku tidak terlalu mengerti kendala teknis di lapangan yang membuat pencairan itu tersendat. Belum dicairkan dana bantuan bagi korban gempa Lombok pertama kali disampaikan pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Saya enggak tahu itu, itu teknis. Tapi kan mesti ada prosedurnya," ujar Jokowi.

Bantuan Rp50 juta untuk setiap rumah yang mengalami kerusakan berat disampaikan oleh Presiden Jokowi saat mengunjungi korban gempa di Lombok. Nusa Tenggara Barat, Senin (13/8/2018) lalu. Presiden berdialog dengan pengungsi dan menjanjikan bantuan dana rekonstruksi rumah korban maksimal Rp50 juta untuk bangunan yang rusak berat.

Dia bertanya bantuan apa yang paling dibutuhkan pengungsi gempa Lombok saat ini. Mereka jawab segera dibangunkan rumah. Jokowi menyampaikan rencana pembangunan rumah dengan nilai bervariasi, yaitu bantuan Rp50 juta bagi keluarga yang rumahnya rusak berat, Rp25 juta yang mengalami kerusakan sedang, dan Rp10 juta bagi rumah yang rusak ringan.

"Pemerintah membantu dana anggaran yang rusak berat. Kira-kira butuh berapa sih? Banyak sekali? Rp50 juta, gimana? Harga barang yang naik apa saja? Nanti saya minta untuk suplai semen sebanyaknya ke sini, besi, dsb agar harganya tidak naik. Nanti sebentar lagi akan berdatangan ke sini," kata Jokowi di depan pengungsi, yang disiarkan Kompas TV, Senin (13/8/2018) malam.

Pada Selasa (14/8/2018), rencananya ada 1.000 rumah pertama dibangun di Lombok Utara. Para korban bisa mengambil bantuan dalam bentuk tabungan untuk membeli material sampai memenuhi nilai kuota bantuan yang diberikan pemerintah.

Sumber : Suara.com